Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Karya Isyana Sarasvati Dituding Berbau Satanisme, Rayhan Maditra Ingatkan Netizen Pentingnya Memahami Kejujuran Musisi

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 8 Maret 2026 | 20:35 WIB

Isyana Sarasvati.
Isyana Sarasvati.

SOLOBALAPAN.COM – Penyanyi berbakat Isyana Sarasvati mendadak jadi sasaran spekulasi liar di media sosial.

Sejumlah netizen mengaitkan simbolisme dalam lagu "Babel" hingga bab "Abadhi" dari album terbarunya, Eklektiko, dengan tudingan keterlibatan dalam kultus atau satanisme.

Kegaduhan ini bermula dari unggahan seorang warganet di platform Threads yang mempertanyakan apakah Isyana bergabung dengan sekte tertentu.

Unggahan tersebut bahkan disukai lebih dari 2 ribu pengguna dan memicu perdebatan sengit antara yang skeptis dan yang percaya.

Rayhan Maditra Angkat Bicara di Bulan Ramadan

Melihat spekulasi yang kian tak terkendali, suami Isyana Sarasvati, Rayhan Maditra Indrayanto, akhirnya buka suara.

Melalui akun Threads pribadinya pada Kamis (5/3/2026), Rayhan mengungkapkan keresahannya atas karya sang istri yang disalahartikan.

"Ujian besar bagi seorang musisi ketika karya yang lahir dari kejujuran justru dimaknai dengan cara yang jauh berbeda. Seringkali asumsi datang lebih cepat daripada keinginan untuk memahami," tulis Rayhan tenang namun tegas.

Baca Juga: Buntut Panjang Kasus Dwi Sasetyaningtyas: Isyana Sarasvati dan Alyssa Soebandono Kompak Klarifikasi Hoaks LPDP

Menyadari situasi saat ini bertepatan dengan bulan suci Ramadan, Rayhan pun menutup pesannya dengan doa.

"Semoga Tuhan melindungi kita semua dari segala bentuk fitnah di bulan suci ini. Amin."

Isyana sendiri tampak memberikan dukungan atas pernyataan suaminya dengan membagikan ulang pesan tersebut di Instagram Stories miliknya.

Filosofi di Balik Album Eklektiko dan Bab Abadhi

Berdasarkan keterangan resmi saat peluncurannya pada Mei 2025, album Eklektiko sebenarnya merupakan perayaan 32 tahun perjalanan hidup Isyana.

Album ini terbagi menjadi empat babak: Lunora, Mamiu, Cecilia, dan Abadhi, yang mewakili sisi autentik seorang Isyana tanpa sekat genre.

Khusus untuk bab Abadhi yang menjadi sorotan, Redrose Records sempat menjelaskan bahwa konsep tersebut adalah tentang penerimaan diri atas segala fase kehidupan.

"ABADHI menandai penutup perjalanan konseptual besar EKLETIKO, sebuah bab tentang menerima dan merangkul segala sesuatu yang telah dijalani: kebangkitan dan kejatuhan, terang dan gelap, ketenangan dan kekacauan," tulis pihak label pada Januari 2026 lalu.

Bagi Isyana, karya tersebut adalah pemahaman bahwa hidup memiliki lapisan warna dan makna yang luas, bukan sekadar hitam dan putih seperti yang diasumsikan oleh sebagian orang. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#isyana sarasvati #Rayhan Maditra #satanisme #musisi