SOLOBALAPAN.COM – Dunia hiburan Tanah Air berduka sedalam-dalamnya atas kepergian Vidi Aldiano pada Sabtu (7/3/2026).
Musisi berbakat yang telah mewarnai industri musik selama lebih dari 15 tahun ini mengembuskan napas terakhirnya usai berjuang melawan kanker ginjal.
Kabar meninggalnya Vidi Aldiano pertama kali dikonfirmasi oleh komposer ternama, Andi Rianto, melalui unggahan emosional di Instagram Story-nya.
Kepergian Vidi meninggalkan warisan karya yang mendalam, mulai dari lagu hits hingga jejak akademis yang inspiratif.
Profil dan Latar Belakang Keluarga
Vidi Aldiano lahir dengan nama lengkap Oxavia Aldiano di Jakarta pada 29 Maret 1990.
Ia tumbuh di keluarga yang kental dengan nuansa musik dan teknologi.
Ayahnya, Harry Aprianto Kissowo, merupakan seorang pengusaha di bidang teknologi audio sekaligus direktur PT Tiga Bintang Nusantara yang memproduksi perangkat speaker dengan merek V8sound.
Sementara itu, ibunya bernama Besbarini yang berprofesi sebagai guru piano.
Bakat seni Vidi juga mengalir dari keluarga besar pihak ayah. Ia merupakan cucu dari penyanyi keroncong legendaris asal Semarang, S Darsih Kissowo.
Dalam keluarganya, Vidi memiliki dua saudara. Adik pertamanya, Diva Stradivaryan, memilih berkarier di bidang pertanian.
Sedangkan adik keduanya, Vadi Akbar, mengikuti jejak keluarga di dunia musik sekaligus menjadi penerus bisnis V8Sound.
Pendidikan Mentereng: Gelar Magister dari Inggris
Tak hanya cemerlang di panggung, Vidi dikenal sebagai sosok yang sangat mementingkan pendidikan.
Meski sempat mencicipi jurusan Teknik Elektro, ia akhirnya meraih gelar sarjana Manajemen di Universitas Pelita Harapan dengan IPK 3,62.
Haus akan ilmu, ia melanjutkan studi ke University of Manchester, Inggris.
Pada 2015, Vidi berhasil lulus program Innovation Management and Entrepreneurship dengan predikat Cumlaude.
Perjalanan Karier Musik: Dari 100 Besar Idol hingga Triple Platinum
Ketertarikan Vidi pada musik sudah muncul sejak usia tiga tahun. Meski pernah gagal di babak 100 besar Indonesian Idol 2006, ia tidak menyerah.
Debut (2008): Merilis album Pelangi di Malam Hari dengan hits legendaris "Nuansa Bening" dan "Status Palsu".
Album Kedua (2011): Merilis Yang Kedua di mana ia mulai aktif menulis lagunya sendiri.
Kesuksesan Persona (2016): Album ini meraih sertifikasi Triple Platinum setelah terjual lebih dari 250.000 keping.
Album Senandika (2022): Album yang menjadi catatan perjuangannya melawan sakit dan ungkapan cinta untuk sang istri.
Kehidupan Pribadi: Kisah Cinta dengan Sheila Dara
Kisah cinta Vidi Aldiano dan aktris Sheila Dara Aisha bermula dari lokasi syuting serial Stereo pada 2015.
Setelah sempat putus-nyambung, keduanya resmi menikah pada 15 Januari 2022.
Usai menikah, Vidi menyandang gelar kehormatan adat Minangkabau, Sutan Sari Alam, yang membuat namanya secara resmi menjadi Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam.
Perjuangan Terakhir Melawan Kanker Ginjal
Sejak akhir 2019, Vidi didiagnosis mengidap kanker ginjal. Almarhum dikenal sangat terbuka dan positif dalam membagikan proses pengobatannya di media sosial.
Pada 1 November 2025, Vidi sempat mengumumkan untuk rehat sejenak dari dunia hiburan guna fokus pada penyembuhan.
Kepergiannya pada 7 Maret 2026 menjadi akhir dari perjuangan heroiknya melawan penyakit tersebut.
Kini, meskipun sosoknya telah tiada, lantunan suara merdu Vidi Aldiano dalam lagu-lagu seperti "Bertahan Lewati Senja" akan terus abadi di hati para penggemarnya. Selamat jalan, Vidi Aldiano. (dam)
Biodata Singkat Vidi Aldiano:
Nama Asli: Oxavia Aldiano Sutan Sari Alam
Lahir: Jakarta, 29 Maret 1990
Wafat: Jakarta, 7 Maret 2026 (Usia 35 Tahun)
Pendidikan Terakhir: S2 University of Manchester
Istri: Sheila Dara Aisha
Editor : Damianus Bram