SOLOBALAPAN.COM – Nama selebgram sekaligus konten kreator, Ruce Nuenda, mendadak jadi buah bibir di media sosial.
Bukannya karena prestasi, Ruce justru panen hujatan setelah kedapatan tetap beraktivitas di luar rumah padahal tengah terinfeksi penyakit campak yang sangat menular.
Aksi Ruce yang mengunggah momen berolahraga di fasilitas umum pada Rabu (4/3/2026) viral dan memicu gelombang kritik pedas.
Netizen menilai tindakannya sangat egois karena berisiko menyebarkan virus kepada masyarakat luas.
Minta Maaf dan Akui Ketidaktahuan
Sadar akan kegaduhan yang ditimbulkan, Ruce langsung memberikan klarifikasi melalui Instagram Story pribadinya.
Ia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas keputusan ceroboh yang ia ambil.
“Teman-teman, saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila tindakan saya tadi dinilai kurang tepat,” tulis Ruce dalam unggahannya.
Ia mengaku baru menyadari sepenuhnya tingkat bahaya penularan campak setelah mendapat teguran keras dari para pengikutnya di media sosial.
Ruce menyebut peristiwa ini sebagai pelajaran berharga agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan sebagai figur publik.
Sempat Meminta Rawat Inap di UGD
Dalam penjelasannya, Ruce mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah memeriksakan kondisi kesehatannya ke Unit Gawat Darurat (UGD).
Bahkan, ia mengklaim sempat meminta untuk menjalani rawat inap (opname) demi keamanan.
“Saya sudah memeriksakan diri ke UGD dan sempat meminta untuk opname. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, kondisi saya tidak memerlukan rawat inap dan cukup istirahat di rumah, minum obat, serta menjaga jarak dari anak saya,” lanjutnya.
Meski tidak diwajibkan opname, Ruce menyadari bahwa anjuran istirahat seharusnya dilakukan dengan isolasi mandiri di dalam rumah, bukan malah pergi ke tempat umum untuk berolahraga.
Bahaya Campak: Penularan Lewat Udara
Sebagai informasi, campak bukanlah penyakit kulit biasa. Virus ini sangat mudah menular melalui udara maupun percikan cairan (droplet) saat penderita batuk atau bersin.
Para ahli kesehatan mengingatkan bahwa tingkat penularan campak sangat tinggi.
Dibutuhkan kekebalan kelompok (herd immunity) minimal 94 persen melalui imunisasi untuk mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB).
Oleh karena itu, penderita campak sangat disarankan untuk tidak berada di ruang publik hingga dinyatakan benar-benar sembuh. (lin)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo