Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Taqy Malik Kesal Dituding Mark Up Harga Wakaf Al Qur'an oleh Papa Rich: Kan Lucu Dipelintir dan Diframing!

Laila Zakiya • Rabu, 18 Februari 2026 | 14:14 WIB

 

Taqy Malik.
Taqy Malik.

SOLOBALAPAN.COM - Nama Taqy Malik kembali menjadi sorotan publik setelah muncul tudingan serius terkait dugaan mark up harga wakaf Al-Qur’an.

Isu ini mencuat di tengah maraknya konten wakaf Ramadan yang dibagikan Taqy di media sosial, dan berkembang menjadi polemik panas lintas platform.

Tudingan tersebut pertama kali disuarakan oleh Randy Permana, yang dikenal dengan nama Papa Rich, melalui akun Instagram @paparich666.

Randy mempertanyakan selisih harga mushaf Al-Qur’an yang dinilai tidak wajar dalam program wakaf yang dijalankan Taqy Malik.

Awal Mula Tudingan Mark Up Wakaf Al-Qur’an

Kontroversi bermula saat Randy menyoroti harga wakaf mushaf yang disebut mencapai 80 riyal atau sekitar Rp330 ribu per mushaf.

Angka tersebut dinilai jauh di atas harga pasar di Makkah dan Madinah yang, menurutnya, berada di kisaran 20–50 riyal.

"Nggak pernah nemu harga mushaf/Quran di Mekkah Madinah seharga 80 riyal (mau musim haji/ramadhan apapun kek)," ungkap Randy.

"Antum penyalur atau jualan wakaf?" sambungnya.

Pernyataan itu dengan cepat menyebar dan memicu perdebatan luas, terlebih setelah dikaitkan dengan klaim distribusi ribuan mushaf oleh Taqy Malik.

Respons Taqy Malik: Turun Langsung ke Depan Masjid Nabawi

Menanggapi tudingan tersebut, Taqy Malik akhirnya angkat bicara.

Melalui unggahan Instagram Story di akun pribadinya, ia membagikan video saat bertanya langsung kepada penjual mushaf di kawasan depan Masjid Nabawi, Madinah.

"Saya lagi nanya iseng sama abang (penjual) yang di depan Nabawi, berapa harga mushaf sekarang," beber Taqy.

"Dia bilang '80 Riyal'. Bukan saya yang bilang, kan lucu dipelintir dan diframing bilang saya menjual 80 Riyal," kesalnya.

Dalam video tersebut, pedagang mushaf memang menyebutkan harga satu mushaf sebesar 80 riyal.

Taqy menegaskan bahwa video itu diunggah sebagai bukti untuk membantah tudingan dirinya mematok harga tak wajar demi keuntungan pribadi.

Perbandingan Harga dan Bantahan Keuntungan Pribadi

Taqy Malik juga membandingkan harga yang ia tetapkan dengan nilai tukar rupiah.

Ia menyebut harga Rp330 ribu justru lebih rendah dibandingkan harga eceran di lokasi yang ia rekam.

"Kalian hitung sendiri, 80 Riyal itu dikonversi ke Rupiah menjadi Rp360.000, sedangkan saya jual Rp330.000," jelas Taqy kemudian.

Ia menilai tudingan yang dialamatkan kepadanya sebagai narasi yang sengaja dipelintir dan diframing tanpa melihat data secara utuh.

Isu Distribusi 3.000 Mushaf dan Dampaknya

Polemik semakin memanas setelah Taqy Malik mengumumkan keberhasilan menyalurkan sekitar 3.000 mushaf Al-Qur’an melalui program wakaf tersebut.

Klaim ini justru memunculkan kekhawatiran di kalangan penyalur resmi mushaf di Arab Saudi.

"Ketika Taqy membuka itu (program waqaf quran) masuklah kurang lebih ada yang menitipkan amanah waqaf hampir 3 ribu mushaf. Belilah dia di sana, ketika dia beli banyak sekali di sana, selang beberapa minggu, kita (penyalur) tidak bisa membeli lagi," ungkap Randy.

Menurut Randy, pembelian dalam jumlah besar tersebut berdampak pada pengetatan distribusi mushaf oleh otoritas setempat.

Isu Laporan ke Polisi Madinah hingga Kiswah Ka’bah

Isu kian liar setelah beredar klaim bahwa Taqy Malik disebut-sebut telah dilaporkan ke aparat setempat di Madinah.

"Kalau Taqy datang lagi ke Madinah, bukti itu sudah ada semua. Teman-teman itu sudah banyak laporan ke polisi di Madinah. Insya Allah dia akan langsung ditangkap, tak ada negosiasi," tuturnya.

Tak hanya soal wakaf Al-Qur’an, Randy juga menyinggung dugaan penjualan kain kiswah Ka’bah oleh Taqy Malik.

Ia meragukan keaslian kain tersebut dan menyebut kiswah merupakan aset Kerajaan Arab Saudi.

"Ya kali aset kerajaan Saudi sampai Indo, kalaupun potongan kiswah bekas dari Ka'bah bisa dijual, udah pasti habis diborong warga timur tengah," kesalnya.

Taqy Malik Buka Tabayyun Terbuka

Di tengah derasnya tudingan, Taqy Malik memilih membuka ruang klarifikasi secara terbuka.

Ia mengundang Randy Permana untuk duduk bersama dalam forum live Instagram guna meluruskan semua tuduhan.

"Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa," tulis Taqy.

"Ini bukan tentang mencari pembenaran, melainkan menghadirkan kebenaran," lanjutnya.

Hingga berita ini disusun, undangan tabayyun tersebut belum mendapatkan respons lanjutan. Polemik pun masih terus bergulir, sementara publik menanti klarifikasi yang benar-benar tuntas dari kedua belah pihak. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#Papa Rich #taqy malik #Mark Up #wakaf al quran #tabayyun