SOLOBALAPAN.COM - Nama Bigmo Jannah kembali menjadi bahan perbincangan panas di media sosial.
Kali ini, sorotan bukan hanya tertuju pada gaya bicara blak-blakan sang YouTuber, tetapi juga pada latar belakang keluarganya yang ikut diseret dalam perdebatan publik usai namanya disinggung akun Neohistoria.
Kontroversi ini bermula setelah Bigmo tampil dalam sebuah podcast yang dipandu Ferry Irwandi.
Kehadiran Bigmo menuai kritik keras karena sebagian warganet menilai ia tidak pantas diberi panggung, mengingat statusnya yang kerap disebut sebagai anak koruptor.
Neohistoria Angkat Isu “Anak Koruptor”
Perdebatan semakin memanas ketika Neohistoria ikut membahas polemik tersebut melalui unggahan Instagram.
Dalam postingan yang diunggah Senin, 16 Februari 2026, akun tersebut membuka pembahasan dengan kalimat provokatif:
"Benar atau salah memberikan panggung pada anak koruptor?"
Neohistoria menegaskan tidak sedang berpihak, melainkan mengulas isu ini dari sudut pandang historis dan moral.
Salah satu perspektif yang diangkat berasal dari pandangan masyarakat Ibrani Kuno, yang kemudian memicu reaksi keras dari publik.
"Maka dalam logika Ibrani, Bigmo adalah "buah dari pohon beracun". Dia tidak bisa dipisahkan dari kejahatan ayahnya karena dia adalah manifestasi biologis dan ekonomi dari kejahatan tersebut," tulis @neohistoria.id.
Namun, Neohistoria juga menyertakan sudut pandang lain yang justru menempatkan Bigmo sebagai individu yang tidak menanggung dosa orang tuanya, merujuk pada Yehezkiel 18:20.
Reaksi Bigmo dan Sindiran Literasi
Alih-alih dipahami secara utuh, unggahan tersebut justru memicu reaksi emosional dari Bigmo.
Ia disebut tidak menangkap konteks pembahasan dan merespons dengan menyerang personal pengelola akun Neohistoria.
Situasi makin panas ketika Neohistoria mengunggah kalimat singkat yang dinilai sebagai sindiran:
"Membaca adalah kekuatan."
Unggahan tersebut kembali mengundang respons warganet.
"Dibaca bener-bener gk sih postingan Neohistoria," tulis @s.farhanh.
Siapa Ayah Bigmo Jannah?
Di tengah polemik tersebut, publik kembali menelusuri latar belakang keluarga Bigmo Jannah.
Diketahui, Bigmo memiliki nama asli Muhammad Jannah.
Ayahnya adalah M Nashihan, mantan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Batam.
Nama M Nashihan mencuat bukan karena jabatannya, melainkan karena kasus hukum besar yang menjeratnya.
Pada 2018, ia divonis bersalah dalam perkara korupsi dan pencucian uang dana asuransi jaminan hari tua bagi PNS dan tenaga harian lepas di Batam.
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang menjatuhkan hukuman 10 tahun 6 bulan penjara kepada M Nashihan.
Kasus tersebut menyebabkan kerugian negara dalam jumlah besar dan menjadikannya figur yang kontroversial hingga kini.
Bigmo di Mata Publik
Bigmo Jannah dikenal luas melalui kanal YouTube Niceguymo dengan konten diskusi, reaksi, dan live streaming bernada tajam.
Di Instagram @bigmoskyy dan TikTok @momonotnice, ia memiliki puluhan ribu pengikut.
Gaya komunikasinya yang frontal membuatnya cepat viral, namun juga sering menuai kecaman.
Perseteruannya dengan sejumlah figur publik dan kini Neohistoria menambah panjang daftar kontroversi yang melekat pada dirinya. (lz)
Editor : Laila Zakiya