SOLOBALAPAN.COM - Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Mohan Hazian kembali memanas.
Setelah dua kali klarifikasi yang menuai kontroversi, pemilik brand streetwear Thanksinsomnia itu akhirnya mengeluarkan pernyataan ketiga yang justru menjadi titik balik perhatian publik.
Klarifikasi terbaru tersebut tak hanya memicu reaksi keras warganet, tetapi juga mendorong orang-orang yang pernah bekerja dekat dengannya untuk angkat suara, salah satunya Rama, eks fotografer yang pernah bekerja langsung dengan Mohan selama beberapa tahun.
Klarifikasi Ketiga Mohan Hazian Jadi Sorotan Publik
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Mohan Hazian akhirnya mengakui perbuatannya setelah sebelumnya sempat membantah.
Dalam klarifikasi sebelumnya, Mohan bahkan sempat menegaskan,
"Saya bukan pelaku rudapaksa (-red) dan saya tidak pernah merudapaksa (-red) siapapun. Semua kesalahan yang terjadi di masa lalu adalah murni kekhilafan saya dengan wanita lain,"
Namun, pernyataan tersebut justru memperkeruh suasana.
Tekanan publik semakin kuat, diikuti seruan boikot terhadap brand miliknya.
Hingga akhirnya, Mohan menyampaikan pernyataan terbaru yang berisi pengakuan dan permintaan maaf secara terbuka.
"Saya Mohan Hazian menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas tindakan tidak pantas yang pernah saya lakukan terhadap model atau talent,"
Tak berhenti di situ, Mohan juga menyatakan mundur dari seluruh jabatan dan keterlibatan profesionalnya di Thanksinsomnia.
"Sebagai konsekuensi langsung dari tindakan yang saya lakukan, saya dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari seluruh jabatan profesional dan keterlibatan publik yaang saya emban saat ini di Thanksinsomnia,"
Meski demikian, langkah tersebut dinilai belum cukup oleh sebagian publik.
Banyak warganet mempertanyakan komitmen pertanggungjawaban hukum, bukan sekadar klarifikasi di media sosial.
Eks Fotografer Rama Ungkap Pengalaman Selama Bekerja
Di tengah polemik tersebut, Rama, mantan fotografer Thanksinsomnia, turut menyampaikan kesaksiannya melalui akun Instagram @ramskiputra.
Ia mengaku pernah bekerja sama dengan Mohan sejak 2021 hingga 2024 dan terlibat langsung dalam proses kreatif pemotretan.
Rama menjelaskan bahwa proses kerja tidak hanya melibatkan pihak brand, tetapi juga dirinya sebagai fotografer dalam mencari talent.
Selama bekerja, Rama mengakui adanya perilaku flirting yang dilakukan Mohan kepada model perempuan.
"Saya tahu dan menyaksikan bahwa owner adalah seseorang yang suka flirting dengan model-model perempuan. Tetapi saya tidak mengetahui adanya kejadian SA/SH diluar sesi photoshoot karena saya tidak hadir maupun terlibat. Saya pribadi mengutuk keras tindakan tersebut," kata Rama.
Lebih lanjut, Rama menyatakan siap menjadi saksi bagi korban jika dibutuhkan.
Sikap ini membuat banyak pihak mengapresiasi keterbukaannya, termasuk dr Tirta.
"Makasih @ramskiputra . Jujur ini salah satu speakout bagus yg pernah dibuat.
Karena susah ada saksi dalam kejadian tsb (hanya 2 orang di dalam ruangan ketika insiden terjadi) maka itu alasan kita harus stay with victim dahulu," ujar dr Tirta.
dr Tirta Klaim Kantongi Informasi Internal
Nama dr Tirta turut mencuat dalam pusaran kasus ini.
Melalui akun X @tirta_cipeng, ia mengaku mendapatkan informasi dari lingkaran internal Mohan Hazian yang tengah berada dalam kondisi panik.
"Owner sampai detik ini masih merasa yang dilakukan itu atas dasar 'suka sama suka'. Kalau kronologis rata-rata dia itu gak bisa bantah. Kok tahu? Owner itu kalau panik, cerita ke teman-teman dekatnya. Teman dekatnya ada yang bocorin info ke saya. So udah chaos itu internal dia," ungkap dr Tirta.
Menurut dr Tirta, tekanan publik di media sosial berdampak signifikan. Ia menyebut tak ada satu pun orang dekat Mohan yang berani membela secara terbuka.
"Jadi tindakan kita di medsos ini ada hasil? Ada. Teman-teman dekatnya gak ada satupun yang terang-terangan bela di medsos. Ya karena kan mereka makan duitnya si owner ini. 1/2 teman/pegawai dekatnya ini mau jadi saksi kunci, sudah bakalan tamat itu nasib owner," sambungnya.
Sosok Mohan Hazian dan Ironi Dunia “Skena”
Mohan Hazian dikenal sebagai figur “skena” dengan pengaruh besar di kalangan anak muda urban.
Dengan ratusan ribu pengikut di Instagram, ia identik dengan citra kebebasan berekspresi, inklusivitas, dan kreativitas.
Namun, dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya justru dinilai bertolak belakang dengan nilai-nilai tersebut.
Kasus ini membuka diskusi lebih luas soal relasi kuasa, keamanan dalam industri kreatif, serta keberanian korban dan saksi untuk bersuara.
Hingga kini, klarifikasi ketiga Mohan Hazian masih terus menuai pro dan kontra. (lz)
Editor : Laila Zakiya