SOLOBALAPAN.COM – Perseteruan antara raksasa hiburan SM Entertainment dengan sub-unit EXO-CBX (Chen, Baekhyun, dan Xiumin) memasuki babak baru yang lebih sengit.
Dilaporkan pada 9-10 Februari 2026, SM Entertainment secara resmi melakukan penyitaan terhadap aset pribadi ketiga idol tersebut.
Langkah hukum yang agresif ini diambil SM sebagai upaya mengamankan klaim pembayaran royalti sebesar 10% dari hasil penjualan individu para anggota.
Daftar Aset Mewah yang Disita
Berdasarkan laporan dari Koreaboo, penyitaan ini menyasar properti mewah milik masing-masing personel untuk mencegah adanya pengalihan aset sebelum kewajiban pembayaran dipenuhi. Aset tersebut meliputi:
- Baekhyun: Apartemen mewah di kawasan Acheondong.
- Xiumin: Unit apartemen di kawasan elit Hannamdong.
- Chen: Deposit rumah pribadi.
Total nilai klaim yang diajukan oleh SM Entertainment diperkirakan mencapai 2,6 Miliar Won atau setara dengan hampir Rp30 Miliar.
Menuai Kritik Pedas dari Netizen
Tindakan "jemput paksa" aset ini langsung memicu reaksi keras di jagat media sosial.
Para penggemar (EXO-L) mengecam SM Entertainment dan menuduh agensi tersebut melakukan tekanan mental dan finansial yang berlebihan terhadap artisnya sendiri.
Namun, di sisi lain, muncul perdebatan di kalangan netizen. Sebagian mempertanyakan keputusan EXO-CBX untuk melepaskan diri dari manajemen SM yang sudah mapan, mengingat stabilitas karier di bawah agensi besar seringkali lebih terjamin secara hukum.
Akar Permasalahan
Sengketa ini merupakan buntut dari perselisihan panjang yang dimulai sejak tahun 2023.
Kala itu, trio CBX menuntut pembatalan kontrak karena menganggap adanya ketidakadilan dalam pembagian hasil dan transparansi dokumen keuangan.
Meskipun sempat mencapai kesepakatan damai sementara, penagihan royalti 10% atas kegiatan individu ini kembali menjadi pemantik api konflik yang kini berada di ujung tanduk.
Hingga saat ini, pihak perwakilan EXO-CBX melalui agensi baru mereka belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah hukum balasan atas penyitaan properti tersebut. (dam)
Editor : Damianus Bram