SOLOBALAPAN.COM - Nama Reza Arap kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya dalam sesi Marapthon bersama Tepe viral di media sosial.
Dalam obrolan tersebut, Reza secara terbuka mengungkapkan bahwa sosok Lula Lahfah memiliki tempat yang sangat berbeda dibandingkan mantan-mantan kekasihnya sebelumnya.
Dalam cuplikan Marapthon yang dikutip pada Selasa (10/2/2026), Reza Arap menegaskan bahwa Lula adalah sosok yang tak tergantikan.
“Ini adalah tingkat yang berbeda. Lula adalah tingkat yang berbeda,” ucap Reza dalam percakapan tersebut.
Pengakuan itu memunculkan anggapan publik bahwa Reza Arap masih belum bisa sepenuhnya move on dari kepergian sang kekasih.
Ia bahkan mengakui bahwa setelah bercerai, dirinya sempat memiliki pasangan lain, namun hubungan-hubungan tersebut tak pernah diketahui publik.
“Setelah bercerai, aku punya pasangan beberapa kali,” ungkapnya.
Reza juga menyinggung soal citra dirinya yang telah rusak selama bertahun-tahun, sehingga kehidupan pribadinya kerap luput dari sorotan publik.
Hal inilah yang membuat banyak orang baru mengetahui sisi emosional Reza setelah kepergian Lula Lahfah.
Seperti diketahui, Lula Lahfah meninggal dunia secara mendadak pada Jumat, 23 Januari 2026.
Jasad selebgram berusia 26 tahun itu ditemukan di kamar pribadinya di Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan.
Kepergian Lula sontak menimbulkan duka mendalam, baik bagi keluarga, sahabat, maupun Reza Arap sendiri.
Di tengah suasana duka, Reza Arap justru diterpa tudingan miring.
Ia dituding menjadikan kematian Lula sebagai komoditi demi engagement.
Tuduhan tersebut bermula dari unggahan akun X @itsurboihyl yang ramai diperbincangkan warganet.
“Ada influencer yang menggunakan pacarnya yang (sudah) meninggal untuk komoditi. Yet, you all tersentuh, bukannya merasa something fishy,” tulis akun tersebut.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, banyak netizen mengaitkan unggahan itu dengan Reza Arap.
Merespons hal tersebut, Reza akhirnya angkat bicara dan membantah keras tudingan tersebut.
"Komoditi hehe banyak sekali memori, foto, dan video yang bisa saya upload untuk mendapatkan angka alias engagement. Belum lagi meladeni wartawan dari hari-H sampai sekarang.
Tapi semua itu tidak saya lakukan. Cobain jadi saya Mas. Sehari saja," tulis Reza Arap melalui akun X @yourbae.
Reza juga menjelaskan alasan dirinya tetap menjalankan Marapthon meski tengah berduka.
Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan tanggung jawab terhadap banyak orang yang menggantungkan hidup padanya.
"Tanggung jawab dan yang bergantung hidupnya dari keputusan saya itu bukan puluhan orang, Mas. Kalo bahas 'komoditi' ke yang lain aja hehe," imbuhnya.
Di sisi lain, polemik semakin memanas setelah sahabat Lula, Awkarin, mengunggah pernyataan yang memicu kecurigaan publik.
Ia menyinggung keberadaan tabung whip pink yang disebut sudah berada di rumah Reza Arap sebelum Lula meninggal.
"Kalau emang ga ada apa-apa, kenapa harus di take down vlog-nya? Sekarang ngerti, kan?" tulis Awkarin.
Bahkan Awkarin mengaku telah menyimpan bukti terkait video tersebut.
"Udah gue screen record," balasnya kepada seorang netizen.
Di tengah berbagai spekulasi, pihak kepolisian akhirnya memberikan penjelasan resmi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengungkapkan bahwa Lula ditemukan dalam kondisi telentang di atas tempat tidur, dengan kamar terkunci dari dalam.
"Hasil pemeriksaan luar oleh dokter di Rumah Sakit Fatmawati memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban," ujar Budi.
Polisi juga menjelaskan bahwa korban memiliki riwayat kesehatan serius, termasuk operasi batu ginjal dan asam lambung akut.
"Almarhumah baru saja menjalani operasi batu ginjal, tanggal pastinya sedang kami cek ke pihak rumah sakit. Selain itu, ada riwayat asam lambung akut juga," jelasnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya