SOLOBALAPAN.COM – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait kontroversi yang menyeret komika Pandji Pragiwaksono.
Alih-alih merasa tersinggung dengan materi stand-up comedy Pandji, Gibran justru mendorong sang komika untuk terus berkarya bagi bangsa.
Namun, mantan Wali Kota Surakarta tersebut memberikan catatan penting agar setiap karya tetap berpijak pada nilai-nilai yang berlaku di tanah air.
Dukungan Gibran untuk Kebebasan Berekspresi
Gibran menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokratis yang menjamin ruang bagi warga negaranya untuk berpendapat.
Ia mendukung keterlibatan anak muda dalam menyuarakan masukan melalui karya kreatif.
“Saya mendukung anak-anak muda Indonesia, termasuk Saudara Pandji Pragiwaksono, untuk terus berkarya dan menyuarakan masukan yang bermanfaat bagi pembangunan bangsa, dengan tetap menghormati norma serta nilai-nilai lokal, budaya, dan agama,” ujar Gibran, dikutip dari JawaPos.com, Kamis (5/2/2026).
Tanggapan Santai Soal Ejekan Fisik
Sebagaimana diketahui, Pandji sempat menjadi sorotan lewat pertunjukan Mens Rea yang tayang di Netflix.
Dalam materi tersebut, Pandji melontarkan candaan mengenai fisik Gibran, khususnya bagian mata yang terlihat mengantuk.
Menanggapi hal itu, Gibran justru bersikap rileks. "Ya enggak apa-apa, buat lucu-lucuan aja. Santai. Dari lahir bentuk matanya seperti ini, mau gimana lagi," ucapnya sambil berkelakar.
Bahkan, dalam bincang-bincang di kanal YouTube TretanUniverse, Gibran memberikan apresiasi atas kesuksesan Mens Rea yang sempat menduduki peringkat satu di Netflix Indonesia, mengungguli serial Stranger Things.
Pesan di Tengah Laporan Polisi
Meski Wapres menanggapi dengan santai, materi Pandji nyatanya memicu reaksi keras dari sebagian masyarakat hingga berujung laporan ke Polda Metro Jaya.
Pandji dilaporkan atas dugaan penghasutan dan penistaan agama oleh pihak yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) serta Aliansi Muda Muhammadiyah.
Pesan Gibran mengenai penghormatan terhadap norma budaya dan agama seolah menjadi pengingat di tengah proses hukum yang kini sedang dihadapi oleh Pandji Pragiwaksono. (dam)
Editor : Damianus Bram