Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Dituding Tak Peka Penderitaan Pencari Kerja, Apa Alasan Sebenarnya Prilly Latuconsina Gunakan Fitur 'Open to Work'?

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 4 Februari 2026 | 20:00 WIB

Prilly minta maaf atas kegaduhan open to work di LinkedIn.
Prilly minta maaf atas kegaduhan open to work di LinkedIn.

SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Artis serba bisa Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan publik.

Kali ini bukan karena film terbarunya, melainkan aktivitasnya di jejaring profesional LinkedIn.

Prilly menuai pro dan kontra setelah mengaktifkan fitur Open to Work di profilnya.

Langkah ini memicu kritik dari sebagian warganet yang menilai Prilly tidak peka atau insensitif terhadap situasi sulit yang dihadapi para pencari kerja saat ini.

Mengingat statusnya sebagai selebritas sukses dan pengusaha, penggunaan fitur tersebut dianggap "mengambil lapak" mereka yang benar-benar membutuhkan pekerjaan untuk bertahan hidup.

Permintaan Maaf Tulus

Menyadari kegaduhan yang terjadi, Prilly segera merespons melalui sebuah video di akun Instagram pribadinya.

Baca Juga: Keluar dari Zona Nyaman, Prilly Latuconsina Pasang Status 'Open to Work' di LinkedIn: Incar Posisi Toko hingga Freelance

Dengan rendah hati, bintang film Budi Pekerti ini menyampaikan permohonan maaf jika tindakannya telah melukai perasaan banyak orang.

"Aku minta maaf dengan tulus. Kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa enggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan," ungkap Prilly, dikutip Kamis (30/1/2026).

Prilly menyadari adanya kesenjangan pengalaman hidup antara dirinya dan mayoritas pencari kerja. Ia menegaskan tidak pernah bermaksud meremehkan perjuangan mereka.

"Aku sadar, posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," tambahnya.

Alasan Menggunakan Fitur Open to Work

Dalam klarifikasinya, perempuan berusia 29 tahun ini menjelaskan motivasi sebenarnya di balik penggunaan status tersebut.

Bukan untuk bersaing memperebutkan lowongan kerja konvensional, melainkan untuk memperluas cakrawala profesionalnya.

Berikut adalah poin alasan Prilly menggunakan fitur tersebut:

"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," tegasnya.

Baca Juga: Ada Apa dengan Sinemaku Pictures? Prilly Latuconsina Mendadak Cabut dari Jajaran Direksi: Aku Butuh Ruang yang Lebih Jujur

Efek Viral: 30 Ribu Koneksi dan Tawaran Jadi Reporter

Meski menuai kontroversi, efek dari status Open to Work tersebut sangat masif.

Prilly mengungkapkan bahwa akun LinkedIn-nya langsung diserbu oleh puluhan ribu permintaan koneksi baru.

"Halo semuanya, aku mau ngucapin terima kasih untuk 30 ribu connection request yang masuk di LinkedIn aku. Terima kasih untuk kalian para perusahaan, teman-teman organisasi, pelaku usaha dan brand yang udah reach out dari kemarin," kata Prilly.

Dampak positif dari kehebohan ini pun mulai terasa.

Prilly mengaku telah berkomunikasi dengan berbagai perusahaan dan komunitas.

Bahkan, ia mendapatkan tawaran pekerjaan yang cukup unik dan menarik.

Prilly berkomitmen untuk menjadikan momen ini sebagai jembatan untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi banyak orang. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Open to Work #alasan #prilly latuconsina #pencari kerja