SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Artis serba bisa Prilly Latuconsina kembali menjadi sorotan publik.
Kali ini bukan karena film terbarunya, melainkan aktivitasnya di jejaring profesional LinkedIn.
Prilly menuai pro dan kontra setelah mengaktifkan fitur Open to Work di profilnya.
Langkah ini memicu kritik dari sebagian warganet yang menilai Prilly tidak peka atau insensitif terhadap situasi sulit yang dihadapi para pencari kerja saat ini.
Mengingat statusnya sebagai selebritas sukses dan pengusaha, penggunaan fitur tersebut dianggap "mengambil lapak" mereka yang benar-benar membutuhkan pekerjaan untuk bertahan hidup.
Permintaan Maaf Tulus
Menyadari kegaduhan yang terjadi, Prilly segera merespons melalui sebuah video di akun Instagram pribadinya.
Dengan rendah hati, bintang film Budi Pekerti ini menyampaikan permohonan maaf jika tindakannya telah melukai perasaan banyak orang.
"Aku minta maaf dengan tulus. Kalau apa yang terjadi telah menimbulkan rasa enggak nyaman atau kesalahpahaman. Ini sama sekali bukan hal yang ingin aku ciptakan," ungkap Prilly, dikutip Kamis (30/1/2026).
Prilly menyadari adanya kesenjangan pengalaman hidup antara dirinya dan mayoritas pencari kerja. Ia menegaskan tidak pernah bermaksud meremehkan perjuangan mereka.
"Aku sadar, posisiku dan pengalaman hidupku tidak sama dengan semua orang. Dan aku mengerti kenapa hal ini bisa terasa menyakitkan bagi sebagian pihak," tambahnya.
Alasan Menggunakan Fitur Open to Work
Dalam klarifikasinya, perempuan berusia 29 tahun ini menjelaskan motivasi sebenarnya di balik penggunaan status tersebut.
Bukan untuk bersaing memperebutkan lowongan kerja konvensional, melainkan untuk memperluas cakrawala profesionalnya.
Berikut adalah poin alasan Prilly menggunakan fitur tersebut:
-
Kolaborasi Lintas Industri: Membuka peluang kerja sama dengan sektor yang belum pernah ia jamah sebelumnya.
-
Berjejaring: Memperluas koneksi profesional di luar lingkaran hiburan.
-
Proses Belajar: Keinginan untuk terus bertumbuh dan mempelajari hal-hal baru.
"Ini bukan dimaksudkan untuk mengambil kesempatan siapa pun, melainkan sebagai bagian dari proses belajarku dan upayaku untuk terus bertumbuh," tegasnya.
Efek Viral: 30 Ribu Koneksi dan Tawaran Jadi Reporter
Meski menuai kontroversi, efek dari status Open to Work tersebut sangat masif.
Prilly mengungkapkan bahwa akun LinkedIn-nya langsung diserbu oleh puluhan ribu permintaan koneksi baru.
"Halo semuanya, aku mau ngucapin terima kasih untuk 30 ribu connection request yang masuk di LinkedIn aku. Terima kasih untuk kalian para perusahaan, teman-teman organisasi, pelaku usaha dan brand yang udah reach out dari kemarin," kata Prilly.
Dampak positif dari kehebohan ini pun mulai terasa.
Prilly mengaku telah berkomunikasi dengan berbagai perusahaan dan komunitas.
Bahkan, ia mendapatkan tawaran pekerjaan yang cukup unik dan menarik.
-
Tawaran Media: Salah satu media menawarinya posisi sebagai reporter.
-
Kerja Sama Brand: Berbagai brand mengajukan penawaran kolaborasi.
Prilly berkomitmen untuk menjadikan momen ini sebagai jembatan untuk menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi banyak orang. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo