SOLOBALAPAN.COM - Kasus meninggalnya selebgram Lula Lahfah tak hanya menyisakan duka, tetapi juga memunculkan banyak tanda tanya publik.
Salah satu yang paling menyedot perhatian adalah tabung Whip Pink yang ditemukan di apartemen korban, hingga mendadak membuat akun media sosial produk tersebut menghilang.
Nama Whip Pink pun ramai diperbincangkan di media sosial, terutama setelah polisi memastikan tabung berwarna pink itu menjadi salah satu barang bukti penting dalam penyelidikan kematian Lula Lahfah.
Tabung Whip Pink Ditemukan di Kamar ART
Polisi mengungkap, tabung gas Whip Pink ditemukan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di apartemen Lula.
Menariknya, tabung tersebut berada di kamar asisten rumah tangga (ART) korban berinisial A.
“Berdasarkan fakta di lapangan dan hasil olah TKP, tabung gas Whip Pink kami temukan di kamar saudari A, yang merupakan asisten rumah tangga,” kata Iskandarsyah.
Meski berada di kamar ART, hasil pemeriksaan forensik justru menemukan DNA Lula Lahfah pada tabung tersebut, termasuk pada bercak darah yang ditemukan di lokasi.
“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya DNA saudari LL pada tabung gas Whip Pink, termasuk pada bercak darah yang ditemukan di sprei dan tisu,” jelas Azhar dari tim Puslabfor Mabes Polri.
Namun demikian, polisi menegaskan belum dapat menyimpulkan keterkaitan langsung tabung Whip Pink dengan penyebab kematian korban.
“Kami tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian karena tidak dilakukan autopsi,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya, Hermanto.
Baca Juga: Rumah Korban Perampokan di Boyolali Hanya Dihuni Ibu dan Anak, Ayah Merantau Jual Sate di Kalimantan
Kronologi Masuknya Whip Pink ke Apartemen
Keberadaan tabung Whip Pink di apartemen Lula bukan tanpa jejak.
Berdasarkan rekaman CCTV, polisi mencatat pergerakan ART pada Kamis malam, 22 Januari.
“Sesampainya di atas, saudari A sudah menempatkan di suatu posisi untuk barang tersebut. Saudari LL kembali ke unit. Untuk aktivitas pada hari itu selesai,” ujar Iskandarsyah.
Keesokan harinya, kecurigaan muncul ketika Lula tidak menunjukkan aktivitas seperti biasanya.
Hingga akhirnya, unit apartemen dibuka secara paksa dan Lula ditemukan meninggal dunia.
“Pukul 17.47 WIB, berdasarkan keterangan saksi, kamar terkunci dari dalam. Engineering membuka kunci secara paksa hingga ditemukan saudari LL tergeletak terbujur kaku,” sambungnya.
Fakta Medis dan Barang Bukti Lain di Lokasi
Selain tabung Whip Pink, polisi juga menemukan berbagai barang lain yang kemudian diperiksa secara forensik.
Mulai dari obat-obatan, dokumen rawat jalan rumah sakit, hingga rokok elektrik.
“Ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI,” terang Kompol Murodih.
Pihak kepolisian juga mengungkap Lula memiliki riwayat medis tertentu sebelum meninggal dunia.
“Karena kan korban almarhum itu habis operasi batu ginjal ya… sama asam lambung akut,” ujar Kombes Budi Hermanto.
Sementara itu, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Tidak ada tanda-tanda penganiayaan,” kata Kombes I Putu Yuni Setiawan.
Lalu, Apa Sebenarnya Whip Pink?
Di balik ramainya pemberitaan, Whip Pink sejatinya adalah produk kuliner legal.
Tabung ini berisi gas Nitrous Oxide (N₂O) yang digunakan untuk mengubah krim cair menjadi whipped cream dengan cepat.
Namun, karena kandungan N₂O memiliki efek penenang jika dihirup langsung, produk ini kerap disorot karena rawan disalahgunakan.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan menegaskan kepemilikan tabung tersebut.
“Kami pastikan barang-barang itu memang milik Saudari LL. Kami mendapatkan DNA pembanding dari keluarga terdekat,” ungkap Iskandarsyah.
Meski begitu, polisi mencatat tidak ditemukan alat pendukung lain yang mengindikasikan penyalahgunaan.
“Tidak ditemukan balon atau alat pendukung lainnya. Yang kami temukan hanya tabung yang berada di kamar asisten rumah tangga,” beber Kombes Pol Budi Hermanto.
Akun Media Sosial Whip Pink Mendadak Hilang
Di tengah penyelidikan yang berjalan, publik dibuat semakin penasaran setelah akun media sosial resmi Whip Pink mendadak lenyap.
Pantauan media menunjukkan akun Instagram, TikTok, hingga Facebook Whip Pink sudah tidak dapat ditemukan.
Kepolisian memastikan tetap akan mendalami asal-usul tabung tersebut, meski kasus kematian Lula Lahfah telah dihentikan.
“Walaupun perkara ini kami hentikan, tetapi terkait peredaran dan potensi penyalahgunaan tabung N₂O tetap kami lakukan pengawasan,” beber Budi Hermanto.
“Dari penyelidikan pasti akan didalami dari mana pesanan itu. Ada satu platform yang sebelumnya menjual, sekarang sudah menurunkan websitenya,” tambahnya.
Polisi menegaskan penyelidikan kasus kematian Lula Lahfah dihentikan karena tidak ditemukan unsur pidana.
Meski demikian, sorotan publik terhadap Whip Pink dan hilangnya akun media sosial produk tersebut masih terus bergulir.
Aparat pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi berlebihan dan tetap menunggu informasi resmi dari pihak berwenang. (lz)
Editor : Laila Zakiya