Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Dari Bercak Darah hingga Tabung Whip Pink, Ini Kronologi Hari Terakhir Lula Lahfah Menurut Isi CCTV yang Dibongkar Kepolisian

Laila Zakiya • Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:02 WIB

 

Polisi mengidentifikasi tabung gas medik nitrous oxide (N2O) terkait temuan tabung pink (whip pink) sebagai barang bukti kasus kematian pemengaruh (influencer) Lula Lahfah, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Polisi mengidentifikasi tabung gas medik nitrous oxide (N2O) terkait temuan tabung pink (whip pink) sebagai barang bukti kasus kematian pemengaruh (influencer) Lula Lahfah, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

SOLOBALAPAN.COM - Kepolisian akhirnya membuka secara rinci kronologi hari terakhir selebgram Lula Lahfah sebelum ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya di kawasan Jakarta Selatan.

Rangkaian peristiwa tersebut disusun berdasarkan analisis rekaman CCTV, bukti elektronik, serta pemeriksaan 15 orang saksi, sekaligus menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di publik.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah menegaskan, penelusuran ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana dalam kematian Lula Lahfah.

“Dari hasil analisis CCTV dan keterangan saksi kami menyusun rangkaian aktivitas saudari LL sehari sebelum ditemukan. Penelusuran ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya peristiwa pidana,” jelas AKBP Iskandarsyah dalam sesi konferensi pers.

Terekam CCTV: Dari Lift Apartemen hingga Kafe Gunawarman

Berdasarkan rekaman kamera pengawas, aktivitas Lula Lahfah terpantau sejak Kamis, 22 Januari 2026 pukul 15.49 WIB.

Saat itu, Lula terlihat berada di lift apartemen bersama rekannya berinisial VA.

Keduanya kemudian keluar menuju sebuah kafe di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan.

Sekitar pukul 16.09 WIB, Lula dan VA masuk ke kafe tersebut.

Polisi menyebut tidak ada aktivitas mencurigakan dalam rekaman CCTV.

“Saudari LL terlihat masih bersama orang yang sama dan masuk ke dalam restoran. Di lokasi tersebut yang bersangkutan melakukan aktivitas sebagaimana pengunjung lain,” jelasnya.

Setelah itu, Lula kembali ke apartemennya pada pukul 18.42 WIB dan seluruh pergerakan tersebut terekam jelas oleh kamera pengawas gedung.

Baca Juga: Siap Tantang Honda BeAT, Ini Bocoran Tampilan All New Yamaha Mio 2026, Kapan Bakal Dirilis?

Sempat ke Rumah Sakit, Didampingi Asisten

Pada malam harinya, sekitar pukul 19.37 WIB, Lula kembali keluar dari apartemen menuju sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan.

Ia didampingi oleh asistennya berinisial C untuk menjalani pengobatan.

“Fakta ini diperkuat dengan rekam medis serta bukti pembayaran rumah sakit. Keterangan tersebut juga dikuatkan oleh pengakuan saudari C,” ujar polisi kemudian.

Kemudian saat waktu menunjukkan sekitar pukul 22.00 WIB, asisten rumah tangga Lula yang berinisial A tampak mengambil bungkusan titipan di lobi apartemen.

Tak lama setelahnya, pada pukul 22.51 WIB, Lula terlihat kembali masuk ke unit tempat tinggalnya.

Pagi Tak Berolahraga, Pintu Terkunci dari Dalam

Kecurigaan mulai muncul keesokan harinya, Jumat, 23 Januari 2026, saat Lula tidak terlihat melakukan aktivitas olahraga pagi seperti biasanya.

Pintu unit apartemen juga tidak mendapat respons ketika dicoba dibuka oleh asistennya.

“Titik krusial terjadi ketika kunci unit diketahui terkunci dari dalam. Petugas engineering kemudian membuka pintu secara paksa dan menemukan saudari LL sudah meninggal dunia,” bebernya.

Setelah penemuan tersebut, sejumlah rekan korban mendatangi lokasi, termasuk VA dan para asisten.

Momen Reza Arap Tiba di TKP Terekam CCTV

Rekaman CCTV juga memperlihatkan kedatangan Reza Arap (RA), kekasih Lula Lahfah, ke apartemen setelah korban dinyatakan meninggal dunia.

Ia datang usai dihubungi para saksi di lokasi.

“Saudara RA itu meminta untuk Saudari C mencarikan dokter untuk memastikan kondisi dari Saudari LL,” jelas Iskandarsyah.

Dalam rekaman lift apartemen, Reza Arap terlihat datang bersama tim dokter yang dihubungi melalui rekanan asistennya.

“Oleh karena itu, di CCTV yang sama, di CCTV lift, terlihat Saudara RA pacar dari Saudari LL di sini sudah hadir bersama dengan tim dokter dari rekanan Saudari C yang mencoba untuk menghubungi dokter kenalan dari Saudari C,” tambahnya.

Namun, hasil pemeriksaan di lokasi menyatakan Lula telah meninggal dunia.

“Pada saat pengecekan itu sudah dinyatakan Saudari LL sudah meninggal. Oleh karena itu, Saudari C lagi coba untuk menghubungi ambulans,” ucapnya.

“Ambulans itu datang, dan terlihat di sini melalui lift barang, terlihat Saudara RA mendampingi di mana jenazah Saudari LL di sini sudah masuk ke dalam kantong jenazah,” ungkap Iskandarsyah menambahkan.

Jenazah Lula kemudian dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati untuk pemeriksaan lanjutan.

“Keterangan dari Rumah Sakit Fatmawati bahwa kondisi Saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan nafas dan tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan,” pungkasnya.

Polisi Selidiki Tabung Whip Pink di Apartemen

Di tengah penyelidikan, polisi juga menemukan tabung Whip Pink berisi gas nitrous oxide (N2O) 2050 gram di apartemen Lula Lahfah. Keberadaan tabung tersebut kini tengah didalami aparat.

"Pasti akan mendalami, dari mana pesanannya,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto pada Sabtu, 31 Januari 2026.

Budi menjelaskan, tabung tersebut diduga diperoleh melalui platform daring.

"Mungkin rekan-rekan juga bisa melihat ada satu platform yang memang menjual itu, sekarang sudah menurunkan akunnya,” ungkapnya.

Ia juga menyebut adanya rekaman CCTV yang memperlihatkan asisten Lula membawa kantung berisi tabung tersebut.

"Dan tadi kita saksikan, di mana kita saksikan ada satu kantung yang dibawa oleh saudari A, saudari A itu membawa kantung yang berisi tabung pink tersebut,” jelas Budi.

Kasat Reskrim AKBP Iskandarsyah menambahkan, tabung tersebut ditemukan saat olah TKP di kamar asisten Lula.

"Di situ kami temukan tabung berwarna pink tersebut, lalu kami melaksanakan prosedur olah TKP, pengambilan sidik jari dan DNA, hingga kami kirim ke Puslabfor Mabes Polri,” sebut Iskandar.

Baca Juga: SEKARANG SUDAH RESMI RILIS, Motor Ini Terang-terangan Jiplak Konsep Honda ADV 160 2026 tapi Versi Murah?

Penyelidikan Resmi Dihentikan

Meski sejumlah temuan diungkap ke publik, kepolisian memastikan tidak ada unsur pidana dalam kematian Lula Lahfah. Proses penyelidikan pun resmi dihentikan.

“TIdak ditemukan ada peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan terkait penemuan jenazah saudari LL,” ujar AKBP Iskandarsyah dalam konferensi pers.

“Kami sudah cek bukti dan keterangan saksi, tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun upaya melawan hukum,” jelasnya.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan memastikan seluruh proses penyelidikan telah dilakukan secara profesional dan transparan. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#kabar duka #viral #rekaman cctv #lula lahfah #selebgram #hari terakhir #whip pink