SOLOBALAPAN.COM - Isu dugaan penelantaran anak yang menyeret nama Denada kembali memanas.
Kali ini, publik dibuat geger oleh munculnya video lawas Denada di rumah sakit yang beredar luas di media sosial dan dikaitkan dengan polemik hubungannya dengan Ressa Rizky Rossano.
Video tersebut kembali viral setelah diunggah akun Instagram @lambe_turra pada 30 Januari 2026.
Rekaman yang disebut diambil pada tahun 2001 itu memperlihatkan Denada terbaring di ranjang rumah sakit dan tengah diwawancarai awak media.
Unggahan tersebut pun memicu spekulasi liar, termasuk tudingan bahwa Denada kala itu baru saja melahirkan.
"Video lama Denada di tahun 2001 kini kembali viral, pura-pura sakit ternyata baru melahirkan," ujarnya.
Pernyataan Denada dalam Video Lawas
Dalam cuplikan video tersebut, Denada terlihat menjelaskan kondisi kesehatannya saat itu.
Ia menyebut jarang masuk rumah sakit dan mengaku terakhir kali menjalani perawatan medis serius saat berada di luar negeri.
"Terakhir masuk rumah sakit udah gak ingat saking lamanya, biasanya juga gak pernah masuk rumah sakit. Terakhir di Australi itu yang paling sakit harus operasi, itu pun operasi gigi dan itu pun gak tinggal di rumah sakit. Gulaku turun banget karean itu, karena diet," ucap Denada.
Video ini sontak menuai beragam reaksi dari warganet.
Tak sedikit yang mengaku terkejut karena video tersebut berhasil ditemukan setelah puluhan tahun berlalu.
"Kok bisa sampai nemu video jadul banget," komentar akun @qfardhiyah.
"Wajah aslinya dulu beneran mirip banget Resa, gimanapun menghindari itu tetap kelihatan," tambah akun @warisan_company di kolom komentar.
Kuasa Hukum Tegaskan Denada Akui Ressa Sejak Awal
Di tengah ramainya spekulasi, pihak Denada akhirnya buka suara melalui kuasa hukumnya, Iqbal.
Ia menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menyangkal status Ressa sebagai anak kandung.
"Diakui. Mba Denada itu tidak pernah tidak mengakui Ressa sebagai anaknya," kata Iqbal, Kamis, 29 Januari 2026.
Menurutnya, tudingan penelantaran anak yang diarahkan kepada Denada tidak berdasar.
Ia menyebut kebutuhan hidup Ressa selama ini justru dipenuhi oleh Denada dan keluarga besarnya.
"Mas Ressa ini, bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan," akunya.
Iqbal juga menegaskan bahwa Ressa menikmati berbagai fasilitas yang tergolong mewah untuk ukuran daerah tempat tinggalnya.
"Lho tadi kan sudah tak jelaskan, Ressa ini bukan hanya sekadar diakui. Dia dibiayai, disekolahkan, difasilitasi," ungkap Iqbal.
"Sampeyan kalau tinggal di Banyuwangi mungkin sampeyan tahu, hidupnya hedon lho untuk kelas Banyuwangi," bebernya.
"Ressa ini dibiayai, difasilitasi semua ada, dikasih mobil," tukasnya.
Fakta Warisan dari Nenek Denada
Namun, pernyataan tersebut sempat berseberangan dengan pengakuan dari pihak Ressa.
Ronald, kuasa hukum Ressa, mengungkap bahwa kliennya sejatinya sempat memiliki hak atas warisan dari mendiang nenek Denada.
"Ada satu orang juga yang sayang dengan Ressa ini almarhum neneknya," ujar Ronald.
"Bukan, di Banyuwangi. Ibunya Mbak Emil," terang Ronald saat memastikan sosok sang nenek.
Ia menjelaskan bahwa almarhumah sempat berniat memberikan sebuah rumah kepada Ressa.
"Jadi, sebagian besar aset yang di Banyuwangi itu kan sebenernya kan warisan neneknya Bang, ya," ungkap Ronald.
"Ketika beliau masih hidup, saya ini ya sebenarnya bukan saya ya. Karena saya ini kan cucu yang terjun di bidang hukum, juga pengacara. (Almarhumah) menitipkan bahwa 'saya mau titip satu buah rumah, yang ini, tanah ini punya saya dan saya mau kasih ke Ressa'," bebernya.
Namun niat tersebut tak sempat direalisasikan karena belum dilakukan proses hibah secara hukum.
"Sialnya, waktu itu nggak mau ditindaklanjuti dengan konsep hibah, karena kan kalau memberi (warisan) hidup kan harus hibah kan. Sesuai Undang-undang hibah itu harus akta otentik, (tapi) beliau keburu sakit Bang," terangnya.
Bantahan Soal Penelantaran dan Isu Sopir
Menanggapi isu lain yang menyebut Ressa hidup dalam keterbatasan hingga bekerja sebagai sopir, Iqbal kembali meluruskan.
Menurutnya, hal tersebut justru bagian dari pendidikan agar Ressa mandiri.
"Jadi gini saya luruskan ya, almarhum Bu Emilia Contessa katanya apa ya menjadikan Ressa ini sopir, itu gini. Kita ambil segi positif ya, itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja," jelas Iqbal.
Ia juga menilai penghasilan Ressa sudah layak untuk ukuran Banyuwangi.
"Gaji dua setengah (juta) di Banyuwangi besar tuh, dua juta setengah itu. Sehingga ketika kayak orang tua ini ngasih pendidikan kayak gitu ke anak, ya apa salahnya?" lanjutnya.
"Bukan mengambil segi negatif 'ini kok tega jadi sopir', waduh salah kaprah itu," imbuhnya. (lz)
Editor : Laila Zakiya