SOLOBALAPAN.COM – Kabar mengejutkan datang dari artis sekaligus aktivis kemanusiaan, Marsha Chikita Fawzi atau yang akrab disapa Chiki Fawzi.
Melalui unggahan emosional di media sosialnya, putri dari Ikang Fawzi ini mengumumkan bahwa dirinya baru saja dicopot dari posisinya sebagai petugas haji untuk musim haji tahun 2026.
Kabar ini terasa sangat menyesakkan bagi Chiki, mengingat melayani jemaah haji adalah impian yang telah ia pendam selama tiga tahun terakhir dan ia sudah mulai menjalani rangkaian persiapan teknis.
Lantas apa alasan sebenarnya di balik keputusan mendadak tersebut?
Dicopot Atas "Arahan Atasan" Setelah Ikuti Bimtek
Chiki Fawzi mengungkapkan bahwa pemberitahuan pencopotan dirinya disampaikan secara singkat melalui pesan yang menyebutkan adanya "arahan dari atasan".
Keputusan ini terasa begitu mendadak mengingat Chiki baru saja menyelesaikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Asrama Haji Pondok Gede.
"Aku dicopot dari petugas haji. Pemberitahuannya ada arahan dari atasan. Aku nggak nanya lebih lanjut, tapi jujur ini aku masih mencerna dan sedih banget," ungkap Chiki Fawzi dalam video yang telah ditonton lebih dari 1,1 juta kali tersebut.
Impian Melayani Tamu Allah yang Kandas
Bagi Chiki, menjadi petugas haji bukan sekadar tugas profesional, melainkan impian spiritual yang telah ia pendam sejak tiga tahun lalu.
Ia sangat mendambakan momen bisa melayani jamaah haji Indonesia sekaligus menunaikan ibadah secara langsung.
Meski diliputi rasa kecewa, Chiki yang selama ini dikenal vokal menyuarakan isu keadilan untuk Palestina ini tetap menunjukkan kedewasaannya.
Ia tidak meluapkan amarah, melainkan memilih untuk memberikan doa terbaik bagi rekan-rekan petugas lainnya.
Doa untuk Kelancaran Haji 2026
"Aku benar-benar berdoa buat teman-teman semua, semoga diberikan kemudahan dan kelancaran sama Allah untuk melayani tamu-tamu Allah," ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan haji tahun 2026 dapat berjalan sukses, aman, dan menjadi ladang pahala bagi para petugas yang berangkat. (dam)
Editor : Damianus Bram