SOLOBALAPAN.COM - Wafatnya selebgram Lula Lahfah tak hanya menyisakan duka, tetapi juga memicu perdebatan panas di media sosial.
Salah satu isu yang paling ramai diperbincangkan adalah dugaan keterkaitan penyakit GERD dengan henti jantung yang disebut-sebut menjadi penyebab kematian.
Di tengah simpang siur informasi itu, nama Dokter Bobby justru ikut viral dan diserang warganet.
Dokter Bobby Viral Usai Edukasi GERD
Sosok Dokter Bobby mendadak menjadi pusat perhatian di Threads setelah mengunggah pernyataan singkat namun tegas soal GERD dan penyakit jantung.
"GERD gak bikin sakit jantung. Udah itu aja,"
Pernyataan tersebut justru menuai reaksi keras dari sejumlah pengguna media sosial.
Salah satu akun bahkan secara terbuka mempertanyakan pemahaman Dokter Bobby mengenai hubungan GERD, sesak dada, hingga henti jantung.
"Gak bikin sakit jantung tapi dada sesak, kematian Lula henti nafas, henti nafas, henti jantung karena kurangnya oksigen yang mengalir ke darah, darah tidak mengalir, jantung berhenti! GERD anxiety memang gak bikin sakit jantung tapi bisa berhubungan dengan jantung, belajar lagi deh dok!,"
Utas itu dengan cepat menyebar luas dan menjadi viral.
Namun, tak lama kemudian, pemilik akun yang mengkritik Dokter Bobby menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
"Bismillah, halo saya Jumo ingin meminta maaf kepada @dr.bobbyjantung atas perilaku tidak menyenangkan saya yang membuat diri saya sangat blunder, tidak seharusnya saya berkomentar sangat lancang seperti itu sehingga membuat kekacauan seperti sekarang ini, saya juga meminta maaf kepada semua, saya tidak akan mengulangi perbuatan saya lagi, saya akan banyak belajar dari kesalahan saya ini dalam bersikap, saya salah mohon maaf untuk kesalahan saya terima kasih,"
Siapa Dokter Bobby yang Jadi Sorotan?
Dokter Bobby diketahui bernama lengkap dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA.
Ia merupakan konsultan kardiologi intervensi yang dikenal aktif memberikan edukasi kesehatan jantung di media sosial melalui akun Instagram @dr.bobbyjantung, yang telah memiliki ratusan ribu pengikut.
Keahliannya meliputi penanganan serangan jantung akut, penyempitan arteri koroner, hingga edukasi gaya hidup sehat.
Namanya kerap dijadikan rujukan dalam diskusi medis populer, termasuk soal perbedaan gejala nyeri dada akibat jantung dan gangguan lambung.
Benarkah GERD Bisa Menyebabkan Kematian?
Pasca meninggalnya Lula Lahfah, narasi bahwa GERD dapat memicu serangan jantung ramai beredar.
Berdasarkan penjelasan medis yang beredar, GERD memang tidak secara langsung menyebabkan penyakit jantung.
Namun, gejalanya seperti nyeri dada, sesak napas, dan rasa tidak nyaman di dada sering kali menyerupai serangan jantung sehingga memicu kepanikan dan salah kaprah di masyarakat.
Dalam beberapa penelitian disebutkan GERD dapat berhubungan dengan gangguan irama jantung, tetapi bukan menjadi penyebab langsung serangan maupun henti jantung.
Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Masih Berjalan
Di sisi lain, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab kematian Lula Lahfah masih dalam proses pendalaman.
Hingga kini, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhumah.
"Saat ini penyelidik dari Polsek Kebayoran Baru dan Satreskrim Polrestro Jaksel masih mendalami sebab kematian, pemeriksaan saksi-saksi serta analisis barang bukti yang ada," ujar Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro.
Polisi juga menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian.
"Secara umum keterangan dokter yang meriksa luar jenazah tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Nanti setelah hasil uji laboratorium terhadap barang bukti dan lain-lain akan kami sampaikan ke publik," lanjutnya.
Pihak kepolisian turut mengonfirmasi ditemukannya obat-obatan dan surat rawat jalan di apartemen Lula.
"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," tambahnya kemudian.
Sambil menunggu hasil resmi penyelidikan, para ahli mengimbau masyarakat untuk lebih bijak menyerap informasi dan tidak mudah mengaitkan satu penyakit dengan kematian tanpa dasar medis yang jelas. (lz)
Editor : Laila Zakiya