SOLOBALAPAN.COM - Polemik rumah tangga Insanul Fahmi kembali menjadi sorotan publik.
Pengusaha asal Medan itu akhirnya secara terbuka mengakui penyesalannya setelah memilih jalan poligami dengan menikahi siri Inara Rusli.
Kini, Insanul mengambil sikap tegas: menyalahkan dirinya sendiri dan memutuskan untuk berpisah demi fokus memperbaiki hubungan dengan istri sahnya, Wardatina Mawa.
Insanul Fahmi Akui Kesalahan dan Salahkan Diri Sendiri
Melalui pernyataan yang diunggah di Instagram pribadinya, Insanul Fahmi menegaskan bahwa konflik rumah tangga yang terjadi sepenuhnya merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang suami.
"Saya tegaskan tidak ada pihak lain yang patut disalahkan selain diri saya sendiri. Dan kekecewaan ini murni tanggung jawab saya sebagai laki-laki,"
Ia mengaku gagal menjaga amanah pernikahan dan menyesali keputusan yang telah melukai banyak pihak, khususnya Wardatina Mawa sebagai istri pertama.
"Ke depan fokus hidup saya adalah memperbaiki akhlak saya dan bertanggung jawab sepenuhnya pada keluarga terlebih anak,"
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Insanul ingin memperbaiki diri, bukan sekadar meredam polemik publik.
Putuskan Pisah Rumah dengan Inara Rusli
Di tengah proses upaya damai dengan Mawa, Insanul Fahmi memilih untuk tidak lagi tinggal serumah dengan Inara Rusli.
Hal ini diungkap langsung oleh kuasa hukumnya, Tommy Tri Yunanto.
“Enggak, enggak serumah (dengan Inara). Saya tahu. Prioritas Insan saat ini damai dengan Mawa. Jadi fokus ke istri sah dulu,” kata Tommy.
Keputusan pisah rumah ini mempertegas arah sikap Insanul yang ingin menyelesaikan konflik utama dalam pernikahan sahnya terlebih dahulu.
Video Permintaan Maaf dan Penyesalan Mendalam
Keseriusan Insanul juga ditunjukkan lewat video permintaan maaf terbuka yang diunggah pada 22 Januari 2026, sebagai salah satu syarat dari Wardatina Mawa.
Dalam video tersebut, ia kembali mengungkapkan penyesalan mendalam.
“Dari lubuk hati terdalam, saya menyesal karena telah gagal menjaga amanah dan kehormatan rumah tangga kami. Saya menyesal karena telah membiarkan ego saya sudah melukai banyak pihak,” kata Insanul.
Ia menyadari bahwa permintaan maaf tidak serta-merta menghapus luka batin yang dialami sang istri.
Kepada Mawa, saya menghormati sepenuhnya apapun perasaan dan keputusanmu saat ini. Saya sadar butuh waktu yang tak sebentar untuk memulihkan hati yang terluka. Saya tidak akan memaksa. Tapi, saya tidak akan berhenti berharap,” lanjutnya.
Sikap Wardatina Mawa: Reflektif dan Fokus pada Anak
Sementara itu, Wardatina Mawa memilih menyuarakan isi hatinya lewat unggahan bernuansa reflektif di media sosial.
Tanpa menyebut nama, Mawa menyinggung soal keikhlasan, batas kesabaran, dan konsekuensi dari setiap perbuatan.
“Bagiku hidup ini terlalu singkat untuk jadi jahat atau menyakiti orang lain. Mungkin hari ini kita tertawa di atas air mata orang lain, tapi percayalah, bumi ini berputar,”
Ia juga menegaskan bahwa fokus utamanya kini adalah sang anak, yang ikut terdampak oleh konflik rumah tangga orang tuanya.
“Seberat dan serumit apa pun dunia uma, uma akan berikan yang terbaik buat kamu,”
Unggahan tersebut memperlihatkan sikap Mawa yang memilih bangkit, menjaga hati, dan menata masa depan dengan lebih tenang.
Insanul Siap Hadapi Proses Hukum
Di akhir pernyataannya, Insanul Fahmi menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab secara penuh, termasuk dalam proses hukum yang masih berjalan.
"Saya siap menaati segala proses hukum yang berlaku dengan kooperatif," ucap Insanul. (lz)
Editor : Laila Zakiya