SOLOBALAPAN.COM - Kepergian selebgram Lula Lahfah meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi sahabat dan penggemar, tetapi juga bagi keluarga terdekatnya.
Di balik kabar duka tersebut, muncul kisah mengharukan yang kini dikenang sebagai momen terakhir penuh makna—sebuah kebersamaan yang jarang terjadi dan terasa seperti firasat.
Ajak Keluarga Makan Bersama Tanpa Alasan
Sang ayah, Muhammad Feroz, mengungkapkan bahwa seminggu sebelum Lula ditemukan meninggal dunia di apartemennya, putrinya tiba-tiba mengajak seluruh keluarga inti untuk berkumpul dan makan bersama di rumah.
Tidak ada perayaan, tidak pula alasan khusus yang melatarbelakangi ajakan tersebut.
"Seminggu sebelum ini, dia ngajak makan kita di rumah. Tanpa sebab, tanpa ada apa," kata sang ayah.
Saat keluarga mempertanyakan maksud di balik ajakan itu, jawaban Lula justru sederhana.
"Waktu kita tanya 'ada apa ini?', dia cuma bilang 'nggak ada apa-apa, cuman pengen makan saja'. Sudah, itu saja kenangan terakhir kita," lanjutnya.
Momen hangat di meja makan itu kini menjadi kenangan paling berharga bagi keluarga.
Kebersamaan yang terlihat biasa, justru terasa luar biasa setelah kepergian Lula.
Menyimpan Sakit di Balik Senyum
Di balik keceriaan saat berkumpul bersama keluarga, Lula ternyata tengah menahan rasa sakit yang berat.
Muhammad Feroz mengungkapkan bahwa putrinya menderita komplikasi GERD dan pembengkakan usus, namun memilih menyimpannya rapat-rapat agar tidak membuat orang tua khawatir.
"Dia nggak pernah curhat (soal sakit) ke keluarga. Kita tahunya dari teman-teman dekatnya saja. Dia bilang ke mereka kalau perut kirinya sakit banget, kencang. Dia tahan sendiri demi kita," ungkap Muhammad Feroz.
Lula sempat menjalani perawatan di rumah sakit pada awal tahun, namun setelah itu ia kembali beraktivitas seperti biasa hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia di apartemennya di kawasan Jakarta Selatan.
Kronologi Ditemukan Meninggal Dunia
Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya di Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/1/2026).
Pihak kepolisian menyatakan korban ditemukan oleh petugas keamanan setelah adanya kekhawatiran dari ART yang tak mendapat respons saat mengetuk pintu kamar.
"Benar bahwa seorang influencer berinisial LL ditemukan meninggal dunia di Apartemen sekitar Dharmawangsa. Korban ditemukan oleh petugas keamanan," ujar pihak berwajib.
Kekhawatiran tersebut muncul karena kondisi kesehatan Lula yang diketahui sedang kurang baik.
"Iya ditemukan sendiri oleh petugas keamanan karena ada kekhawatiran ART di mana saat diketok tidak buka pintu," sambungnya.
"Dan diketahui bahwa kondisi kesehatan lagi kurang sehat," tambahnya kemudian.
Saat ditemukan, kondisi Lula disebut sudah tidak bernyawa.
"(Kondisi saat ditemukan) sudah meninggal dan kaku," beber Budi Hermanto, selaku pihak berwajib.
"Iya ditemukan sendirian oleh petugas keamanan," lanjutnya.
Jenazah Lula kemudian langsung dibawa ke rumah sakit.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Hingga kini, penyebab kematian Lula Lahfah masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib.
Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan tidak ada unsur pidana.
"Saat ini, petugas kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami peristiwa tersebut," katanya.
Di dalam apartemen, polisi juga menemukan obat-obatan serta surat rawat jalan, namun memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ungkapnya kemudian.
"Pada hari Jumat tanggal 23 Januari saksi 1 (ART) di luar kamar, sedangkan almarhumah ada di dalam pintu dalam keadaan terkunci, minta bantuan pihak pengelola untuk membuka pintu karena (saksi 1) udah curiga dan khawatir almarhumah dalam keadaan sakit. Dan semalam baru berobat bersama sopir atau asisten pribadinya bernama Saudara Sindy," ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes I Putu Yuni Setiawan dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan," tambahnya.
"Korban ditemukan dalam posisi telentang di kasur berselimut putih, memakai baju kaos putih dan celana pendek warna hitam," lanjutnya mengungkapkan.
Lula Lahfah telah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur.
Momen makan bersama keluarga yang terjadi seminggu sebelum kepergiannya kini dikenang sebagai kenangan terakhir yang penuh kehangatan—sebuah kebersamaan sederhana yang terasa seperti pesan perpisahan dari sosok yang selama ini dikenal ceria dan penuh kasih. (lz)
Editor : Laila Zakiya