SOLOBALAPAN.COM – Suasana duka menyelimuti TPU Rawa Terate, Cakung, saat prosesi pemakaman selebgram Lula Lahfah pada Sabtu (24/1/2026).
Di tengah isak tangis keluarga dan sahabat, ayahanda Lula, Muhammad Feroz, membeberkan fakta memilukan mengenai kondisi kesehatan sang putri sebelum ditemukan meninggal dunia di apartemennya pada Jumat (23/1/2026).
Ternyata, di balik konten-konten cerianya, Lula sedang berjuang melawan komplikasi lambung dan usus yang cukup serius namun jarang ia keluhkan kepada orang tua.
Sering Keluhkan Sakit Perut Sebelah Kiri
Menurut keterangan Muhammad Feroz, Lula Lahfah memiliki riwayat penyakit Gerd dan permasalahan lambung yang cukup serius.
Kondisinya sempat memburuk pada momen tahun baru lalu hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa hari.
Namun, Feroz menyayangkan sikap sang putri yang cenderung tertutup mengenai rasa sakitnya kepada keluarga.
Lula lebih sering mencurahkan keluhannya kepada teman-teman terdekatnya.
“Dia bilang sakit banget di perut bagian kiri. Tapi bukan ke kita (keluarga), kita malah nggak tahu. Dia juga ada pembengkakan di usus. Mungkin dia tahan terus, akhirnya terjadi komplikasi,” ungkap Feroz penuh penyesalan, dikutip dari JawaPos.com, Sabtu (24/1/2026).
Kronologi Penemuan: Pintu Apartemen Harus Didobrak
Kecurigaan keluarga bermula ketika Lula tidak bisa dihubungi sama sekali sejak Jumat siang.
Khawatir terjadi sesuatu, pihak keluarga meminta bantuan Asisten Rumah Tangga (ART) dan petugas keamanan apartemen di wilayah Jakarta Selatan untuk mengecek kamarnya.
Karena pintu terkunci dari dalam dan tidak ada respons, petugas terpaksa membuka paksa pintu tersebut.
Nahas, Lula ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamarnya.
“Awalnya saya dikasih tahu bukan meninggal, tapi kritis. Mungkin biar saya tidak terlalu syok. Ternyata saat ditemukan memang sudah tidak ada,” kenang sang ayah dengan nada getir.
Dugaan Komplikasi Akibat Penyakit yang Ditahan
Pihak keluarga menduga Lula sudah cukup lama menahan sakit tersebut tanpa menjalani pengobatan yang intensif.
Feroz menyatakan bahwa jika saja Lula terbuka, pihak keluarga pasti akan mengupayakan pengobatan terbaik, bahkan hingga ke luar negeri.
Kepergian Lula Lahfah menjadi pengingat bagi banyak orang akan bahaya penyakit lambung yang sering dianggap sepele namun bisa berakibat fatal jika terjadi komplikasi. (dam)
Editor : Damianus Bram