Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Benarkah Ada Whip Pink di Kamar Apartemen Tempat Lula Lahfah Ditemukan Meninggal Dunia? Polisi Tegas Ungkap Dugaan Penyebab Sang Artis Tutup Usia

Laila Zakiya • Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:15 WIB

 

Reza Arap dan Lula Lahfah.
Reza Arap dan Lula Lahfah.

SOLOBALAPAN.COM - Kematian mendadak selebgram Lula Lahfah terus menjadi sorotan publik.

Di tengah duka yang belum mereda, media sosial justru dipenuhi berbagai spekulasi, salah satunya isu adanya Whip Pink atau gas tawa di kamar apartemen tempat Lula ditemukan meninggal dunia.

Isu tersebut berkembang liar di platform X hingga TikTok, memunculkan dugaan bahwa kematian Lula berkaitan dengan overdosis.

Namun, kepolisian dan tim medis akhirnya buka suara untuk meluruskan kabar yang beredar.

Isu Overdosis Mencuat, Polisi Tegaskan Masih Menunggu Autopsi

Polisi menanggapi langsung dugaan penyebab kematian Lula Lahfah yang ramai disebut akibat overdosis.

Hingga kini, penyebab pasti belum disimpulkan karena masih menunggu hasil autopsi.

"(Penyebab dugaan kematian) harus dilakukan autopsi kalau untuk memastikan," Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto kepada awak media seperti dikutip Sabtu (24/1/2025).

Sebagai informasi, Lula ditemukan tak bernyawa di Apartemen Essence Dharmawangsa pada Jumat, 23 Januari 2026, menjelang waktu Magrib.

Menurut keterangan kepolisian, korban ditemukan sekitar pukul 18.44 WIB.

Soal penyelidikan, pihak kepolisian memastikan masih melakukan pendalaman di lokasi kejadian.

"Petugas kepolisian Sat Reskrim Jaksel masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendalami peristiwa tersebut, berkoordinasi dengan pihak keluarga," tutup Budi.

Baca Juga: Berapa Sebenarnya Total Dana Hibah Keraton Solo? Puluhan Miliar Mengalir dari APBN hingga Pemkot, Kini Jadi Sorotan

Rumor Whip Pink dan Gas Tawa, Ini Jawaban Tegas Polisi

Isu mengenai Whip Pink atau Nitrous Oxide semakin ramai setelah warganet mengaitkan kematian Lula dengan penyalahgunaan gas tawa.

Namun, kepolisian dengan tegas membantah adanya temuan barang tersebut di lokasi kejadian.

"Belum ada di temukan," ujar Murodih kepada JawaPos.com, Sabtu (24/1).

Alih-alih menemukan tabung gas atau alat sejenis Whip Pink, polisi justru menemukan sejumlah bukti medis yang menguatkan kondisi kesehatan korban sebelum meninggal.

"Tidak ada tanda tanda penganiayaan, namun ditemukan obat obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ungkap Murodih.

Tim Medis Pastikan Bukan Overdosis, Lula Alami Henti Jantung

Menjawab spekulasi yang kian meluas, tim medis dari rumah sakit yang pertama kali menangani Lula merilis pernyataan resmi pada 24 Januari 2026.

Dokter spesialis jantung yang ikut menangani Lula menjelaskan bahwa korban tiba di IGD dalam kondisi fisik yang sangat lemah.

Dari hasil evaluasi klinis, ditemukan gangguan irama jantung fatal yang berujung pada henti jantung mendadak.

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium dan toksikologi tidak ditemukan adanya zat adiktif, alkohol, maupun obat-obatan terlarang dalam tubuh pasien. Sehingga bisa dipastikan, kematian tidak disebabkan overdosis," imbuhnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh pihak keluarga yang berharap rumor tak berdasar segera dihentikan.

"Kami berharap, tidak ada lagi pihak-pihak tak bertanggung jawab yang menyebarkan asumsi tak berdasar tentang Lula," ujar perwakilan pihak keluarga.

Polisi Ungkap Kondisi Kesehatan Lula Sebelum Meninggal

Fakta lain yang terungkap, Lula Lahfah diketahui sedang mengalami masalah kesehatan sebelum ditemukan meninggal dunia.

Hal ini disampaikan langsung oleh pihak kepolisian berdasarkan keterangan saksi.

"Pada hari Jumat tanggal 23 Januari saksi 1 (ART) di luar kamar, sedangkan almarhumah ada di dalam pintu dalam keadaan terkunci, minta bantuan pihak pengelola untuk membuka pintu karena (saksi 1) udah curiga dan khawatir almarhumah dalam keadaan sakit. Dan semalam baru berobat bersama sopir atau asisten pribadinya bernama Saudara Sindy," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes I Putu Yuni Setiawan dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Saat ditemukan, Lula berada dalam posisi telentang di atas kasur dan dipastikan tidak ada tanda kekerasan.

"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan," ujarnya.

Polisi juga menegaskan kembali temuan medis di lokasi.

"Ditemukan obat-obatan sama surat rawat jalan dari RSPI," ujarnya.

Kronologi Detik-detik Lula Lahfah Ditemukan Tak Bernyawa

Penemuan jenazah Lula bermula dari kecurigaan ART bernama Asiah yang mendapati pintu kamar korban terkunci sejak sore hari.

Merasa khawatir, ia meminta bantuan pengelola apartemen untuk membuka pintu.

Sekitar pukul 18.00 WIB, pintu kamar akhirnya dibuka paksa. Lula ditemukan terbaring di atas kasur, tertutup selimut, mengenakan kaos putih dan celana pendek hitam.

"Setelah saksi masuk beserta pihak Manajemen sekitar 4 orang, ternyata almarhum sudah kondisi terlentang silang dan kondisi mulut terbuka dan berwana kebiruan, dan cek denyut nadi, detak jantung udah tidak berjalan / bergerak," jelasnya dikutip, Sabtu (24/1).

Dokter pribadi korban sempat hadir untuk melakukan pengecekan awal sebelum jenazah dievakuasi ke RS Fatmawati.

Proses identifikasi selesai sekitar pukul 20.20 WIB, dan jenazah dibawa untuk keperluan visum lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan resmi kepolisian dan tim medis, tidak ditemukan Whip Pink maupun bukti penggunaan gas tawa di kamar apartemen Lula Lahfah.

Pemeriksaan awal juga memastikan tidak ada tanda kekerasan, sementara hasil toksikologi menegaskan kematian tidak disebabkan overdosis.

Polisi kini masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab pasti meninggalnya Lula Lahfah, sembari mengimbau publik agar tidak menyebarkan spekulasi yang belum terbukti. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#viral #meninggal dunia #lula lahfah #penyebab #Reza Arap #Dugaan #whip pink