Nama Lula mendadak menjadi trending di media sosial, dibarengi berbagai spekulasi yang berkembang liar, termasuk isu overdosis yang ramai diperbincangkan warganet.
Padahal, berdasarkan dokumen resmi dan keterangan aparat, penyebab meninggalnya Lula Lahfah bukan karena overdosis.
Berapa Umur Lula Lahfah?
Lula Lahfah diketahui lahir di Jakarta pada 17 Juli 1999.
Dengan demikian, ia meninggal dunia di usia 26 tahun.
Di usia yang masih muda, Lula telah dikenal luas sebagai figur multitalenta di dunia hiburan digital, mulai dari selebgram, penyanyi, hingga aktris.
Bukan Overdosis, Ini Fakta Medis Resmi
Di tengah maraknya kata kunci seperti “Lula Lahfah overdosis” dan “Lula Lahfah OD”, fakta medis akhirnya terungkap melalui surat keterangan kematian resmi.
"Menyatakan bahwa telah meninggal dunia saudara: Lula Lahfah,"
"Pada tanggal 23 Januari 2026 tepatnya pukul 19.20 WIB dikarenakan atau disebabkan oleh Henti Jantung dan Henti Nafas."
Keterangan tersebut tercantum dalam Surat Keterangan Kematian Nomor 023/I/2026/SKK/MMC yang diterbitkan Mardhiyah Medical Clinic dan ditandatangani oleh dr. Rizki Nirwandhi Putra.
Fakta ini sekaligus membantah tudingan overdosis yang sempat beredar luas di media sosial.
Ditemukan Meninggal di Apartemen Jakarta Selatan
Pihak kepolisian membenarkan Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di unit apartemennya di kawasan Jakarta Selatan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan:
"Benar bahwa seorang influencer berinisial LL ditemukan meninggal dunia di apartemen,"
Lula pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekitar pukul 18.44 WIB.
Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan tidak ada unsur tindak pidana.
Dari keterangan Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, korban ditemukan dalam kondisi kamar terkunci dari dalam.
"Benar, telah ditemukan seorang perempuan meninggal dunia atas nama Lula Lahfah di Kamar Ruang 25 BN, Lantai 25 Apartemen Essence,"
"Kondisi almarhumah tidak adanya napasnya, dalam kondisi telentang dengan mulut terbuka warna biru,"
Ditemukan Obat, Polisi Pastikan Tak Ada Tanda Kekerasan
Dalam proses pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah obat di sekitar korban serta surat rawat jalan dari rumah sakit.
"Catatan dari pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. Ditemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI di lokasi,"
Meski demikian, aparat menegaskan bahwa temuan obat tersebut tidak serta-merta menunjukkan overdosis, dan hingga kini tidak ditemukan indikasi kekerasan.
Riwayat Kesehatan Lula Lahfah
Sebelum meninggal dunia, Lula Lahfah sempat menjalani perawatan di rumah sakit pada akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026.
Ia diketahui memiliki riwayat beberapa penyakit, di antaranya infeksi saluran kemih (ISK), usus bengkak, peradangan, batu ginjal, hingga GERD.
Namun, pihak keluarga belum memberikan pernyataan resmi apakah riwayat penyakit tersebut berkaitan langsung dengan penyebab wafatnya Lula.
Baca Juga: Sholat Jumat di Masjid Cipto Mulyo, Pakubuwono XIV Sebut Upaya Nguri-uri Masjid Keraton
Karier dan Kehidupan Pribadi
Lula Lahfah dikenal sebagai selebgram dengan basis penggemar besar.
Selain aktif di media sosial, ia juga meniti karier sebagai penyanyi dan aktris.
Beberapa single yang pernah dirilisnya antara lain Pergi, Pusing Pala Barbie, hingga Jangan Dulu Cinta-Cinta.
Di dunia akting, Lula pernah membintangi sinetron, FTV, hingga film layar lebar.
Ia juga dijadwalkan tampil dalam film Harusnya Horror yang disutradarai dan dibintangi Reza Arap.
Dalam kehidupan pribadi, hubungan asmara Lula Lahfah dan Reza Arap kerap menjadi sorotan.
Keduanya sering terlihat bersama di berbagai acara publik dan konten siaran langsung.
Publik Diimbau Hentikan Spekulasi
Dengan adanya klarifikasi dari surat keterangan kematian dan kepolisian, publik diimbau untuk tidak lagi menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi, khususnya tudingan overdosis yang tidak berdasar.
Kepergian Lula Lahfah di usia 26 tahun menjadi duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan penggemarnya, sekaligus pengingat pentingnya empati di tengah derasnya arus informasi di media sosial. (lz)
Editor : Laila Zakiya