SOLOBALAPAN.COM - Peluncuran buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans bukan hanya membuka kembali luka lama, tetapi juga memicu polemik baru yang melibatkan mantan suaminya, Roby Tremonti.
Alih-alih meredam isu, Roby justru tampil ke publik dengan pernyataan kontroversial yang menyeret persoalan status pernikahan, tudingan penggunaan kecerdasan buatan, hingga kembali mengangkat isu child grooming yang kini ramai diperbincangkan.
Roby Tremonti Ragukan Keaslian Tulisan Aurelie
Dalam sebuah siaran langsung di Instagram, Roby Tremonti secara terbuka mempertanyakan kemampuan Aurelie dalam menulis memoar yang sarat bahasa puitis.
Ia bahkan menuding adanya keterlibatan teknologi kecerdasan buatan dalam proses kreatif buku tersebut.
"Kata-katanya aja feeling gua pakai prompt AI tuh, indah banget. Kayak yang pintar aja," cibir Roby dengan nada sarkas.
Roby juga menilai proses penulisan buku tersebut janggal karena dilakukan saat Aurelie berada di luar negeri.
"Nulis buku nyeberang laut, dia lagi enggak di Indonesia. Lucu enggak sih? Nulis buku orangnya tuh enggak di Indonesia," tambahnya.
Pernyataan ini langsung memantik reaksi keras dari warganet.
Banyak yang menilai Roby belum bisa menerima kesuksesan mantan istrinya. Kolom komentar siaran langsungnya pun dipenuhi kritik hingga sindiran.
Merespons tekanan publik, Roby justru melontarkan ancaman hukum terhadap pihak-pihak yang dianggap menghina dirinya.
"Mulai kan gua kepancing. Kalau ada celahnya sih gua proses. Kalau dia masih berkoar-koar, hati-hati, saya enggak mundur nih. Kalau yang ngata-ngatain, saya mintain pertanggungjawabannya," tegas Roby.
Bantah Cerai, Roby Tegaskan Pernikahan Masih Sah
Tak berhenti pada isu buku, Roby juga membantah anggapan bahwa dirinya telah resmi bercerai dari Aurelie Moeremans.
Ia menegaskan bahwa hingga kini tidak pernah menerima surat pembatalan pernikahan dari gereja.
“Kalau dari saya, tidak ada perceraian. Dia pergi begitu saja dari rumah,” kata Roby kepada media.
Ia mengaku sempat diminta menuliskan narasi terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga sebagai syarat pembatalan pernikahan, namun menolak karena merasa tuduhan tersebut tidak benar.
“Saya diminta menulis alasan, termasuk soal kekerasan dalam rumah tangga. Itu tidak mungkin saya lakukan karena saya tidak pernah melakukan KDRT,” ujar Roby.
Menurutnya, status pernikahan masih sah secara gereja karena tidak pernah ada dokumen resmi pembatalan yang ia terima.
Roby juga menduga penulisan Broken Strings memiliki motif tertentu.
“Saya tahu alasannya, tapi kalau saya sebutkan bisa ofensif,” kata Roby.
Ia bahkan menyinggung kemungkinan Aurelie tidak ingin menyandang status janda.
“Mungkin soal harga diri, kehormatan, dan kredibilitas. Bisa jadi dia tidak mau disebut janda,” ujarnya.
Pihak Gereja Akui Pernikahan Tahun 2011
Di tengah klaim yang saling bertolak belakang, pihak gereja tempat Aurelie dan Roby menikah akhirnya buka suara.
Yohanna, perwakilan sekretariat Gereja Katolik Paroki Keluarga Kudus Cibinong, membenarkan adanya pernikahan tersebut.
"Setahu aku itu kejadiannya 2011," jelasnya.
Namun, Yohanna menegaskan keterbatasannya dalam memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Kebetulan romonya juga sudah pindah tugas udah lama banget dan udah enggak di sini sih."
"Aku tidak bisa kasih keterangan panjang-panjang karena memang bukan bukan kapasitasnya sebenarnya. Aku enggak bisa kasih keterangan," terangnya.
Roby sendiri menunjukkan bukti berupa foto pernikahan, undangan, hingga kalender bertanggal 10 Oktober 2011. Ia juga mengakui pernikahan tersebut tidak dihadiri keluarga inti Aurelie.
"Nggak ada (keluarga Aurelie). Cuma Aurelie sendiri. Kan di Indonesia ini (keluarganya) ibunya dan adiknya ya," ungkap Roby Tremonti.
Aurelie Tegaskan Pernikahan Tak Sah dan Fokus Isu Child Grooming
Berbeda dengan Roby, Aurelie Moeremans menegaskan bahwa pernikahannya tidak sah dan telah dibatalkan secara gereja.
Ia mengaku telah menerima dokumen resmi pembatalan pada tahun 2020-an.
"Status Liber, intinya aku tuh enggak pernah menikah dan aku enggak punya ikatan nikah. Dan ada surat satu lagi, izin merayakan perkawinan, jadi artinya aku boleh menikah Katolik," ujar Aurelie.
"Jadi dengan surat ini membuktikan bahwa nikah katolik yang digosipin itu kemarin itu enggak sah, enggak benar," pungkasnya.
Aurelie juga menegaskan bahwa Broken Strings ditulis sendiri olehnya dengan bantuan penyuntingan dari sang suami saat ini, Tyler Bigenho.
Melalui Instagram Story, ia menyatakan bahwa buku tersebut bukan untuk membuka aib pribadi, melainkan sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik.
"Ini bukan tentang aku. Ini tentang awareness. Supaya orang tua tahu bagaimana harus bersikap dan melindungi anak (dari child grooming)," tulis Aurelie. (lz)
Editor : Laila Zakiya