SOLOBALAPAN.COM - Nama Manohara Odelia Pinot kembali menjadi sorotan publik setelah isu child grooming mencuat seiring viralnya kisah pilu Aurelie Moeremans dalam buku Broken Strings.
Publik pun kembali mengaitkan pengalaman masa lalu Manohara yang dinikahkan di usia belia dengan konflik keluarga yang hingga kini belum usai.
Kasus lama tersebut kembali memanas setelah Manohara secara terbuka memutus kontak dengan ibu kandungnya sendiri, Daisy Fajarina, dan membongkar konflik keluarga ke ruang publik.
Child Grooming dan Pernikahan di Usia Anak
Tak sedikit pihak mengaitkan pengalaman Manohara dengan praktik child grooming.
Manohara diketahui pernah dinikahi secara siri oleh Pangeran Kelantan, Tengku Muhammad Fakhry Petra, saat usianya masih sangat muda.
Alih-alih mendapat kehidupan rumah tangga yang aman, Manohara justru mengaku mengalami perlakuan kejam setelah diboyong ke Malaysia.
Luka lama itu kembali terbuka ketika sebuah akun Instagram bernama @aisyah_nadawi mengunggah narasi yang dianggap menyudutkan Manohara.
Akun tersebut diduga kuat dimiliki oleh orang terdekat, bahkan disebut-sebut sebagai akun sang ibu sendiri.
Konflik internal keluarga dan trauma masa kecil itulah yang membuat Manohara memutus hubungan dengan Daisy Fajarina.
Pengakuan Manohara: Bukan Mantan Istri, tapi Korban
Dalam unggahan Instagram, Manohara secara tegas menolak label yang selama ini melekat padanya.
Ia menulis, "Saya berumur 15 tahun. Tidak ada kencan, tidak ada hubungan, dan tidak ada persetujuan," untuk menegaskan bahwa pernikahan tersebut bukan hubungan setara.
Manohara juga menolak keras disebut sebagai mantan istri.
Menurutnya, istilah tersebut menyesatkan publik dan mengaburkan fakta bahwa dirinya adalah korban.
Ia menegaskan, "Menyebut korban sebagai mantan pasangan dari orang yang menyakitinya tidak akurat dan mengalihkan perhatian dari kerugian yang dialami seorang anak," seraya menyoroti bagaimana narasi publik selama ini justru menormalisasi kekerasan terhadap anak.
Dugaan Eksploitasi dan Kekerasan oleh Keluarga
Dalam pengakuannya, Manohara juga menduga adanya unsur eksploitasi material dalam pernikahan tersebut. Ia merasa dirinya pernah diperlakukan layaknya komoditas.
Lebih memilukan, Manohara mengungkap pengalaman kekerasan fisik yang justru dilakukan oleh orang terdekatnya.
Ia menyebut, "Staf apartemen menyaksikan ibu saya memukuli saya di lobi karena saya menolak menemui pria yang telah menganiaya saya," ungkapnya.
Pengakuan ini memperkuat dugaan bahwa pernikahan tersebut diatur oleh pihak keluarga.
Manohara menyebut ibunya sendiri sebagai pihak yang menjodohkannya dengan Pangeran Kelantan yang saat itu berusia 30-an.
Aib Ibu Dibongkar, Konflik Terbuka di Media Sosial
Konflik Manohara dan sang ibu kian memanas ketika akun @aisyah_nadawi kembali mengunggah pembelaan atas keputusan menikahkan Manohara di usia muda.
Postingan tersebut memicu reaksi keras dari Manohara.
Ia secara terbuka menuliskan, "I have a feeling this fake account is my mom or one of her ‘flying monkeys’. Same patterns same words," yang sontak menyedot perhatian warganet.
Tak berhenti di situ, Manohara bahkan menyebut ibunya memiliki Narcissistic Personality Disorder (NPD) dan mengungkap bahwa hubungan ibu-anak tersebut telah lama ia putuskan.
Pernyataan itu dibalas keras oleh akun @aisyah_nadawi dengan kalimat, "Jahat sekali mulutmu membongkar aib ibumu ke publik dan mengatakan dia seorang NPD ke seluruh dunia? Emang tanpa seorang ibu NPD kamu bisa seperti ini?" (lz)
Editor : Laila Zakiya