SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Buku memoir berjudul Broken Strings karya Aurelie Moeremans tengah menjadi perbincangan hangat.
Di balik viralnya buku tersebut, tersimpan kisah kelam yang mendorong istri Tyler Bigenho ini untuk menuangkan masa lalunya ke dalam tulisan.
Melalui kanal YouTube Mrs Aurelie, aktris berusia 32 tahun ini mengungkapkan bahwa buku ini lahir dari sesi konsultasinya dengan seorang hipnoterapis.
Aurelie mengaku memiliki trauma mendalam dari kejadian 16 tahun silam yang membuatnya kerap menyakiti diri sendiri.
"Kalau aku sedih itu kadang-kadang aku suka mukulin diri sendiri dan aku merasa deserve it (layak mendapatkannya). Karena jauh di lubuk hati, aku tahu aku enggak pantas dikasari, tapi ada sesuatu yang salah," ungkap Aurelie jujur.
Terapi Menulis Diary
Saran dari sang terapis untuk menulis buku harian (diary) menjadi titik balik.
Meski awalnya terasa berat karena harus membuka kembali luka lama, proses menulis ini justru membantunya melihat masa lalu dari sudut pandang baru.
Aurelie menyadari bahwa dirinya saat berusia 15 tahun bukanlah bodoh, melainkan masih kecil dan tidak melihat jalan keluar dari situasi abusive tersebut.
"Aku ingin banget bisa mengerti kenapa dia (pelaku) bisa begitu sama aku," tambahnya.
Berikut adalah rangkuman alasan di balik lahirnya buku Broken Strings:
Latar Belakang Penulisan 'Broken Strings'
-
Trauma Berkepanjangan: Kejadian 16 tahun lalu masih menyisakan trauma meski sudah lama berlalu.
-
Perilaku Self-Harm: Aurelie memiliki kebiasaan memukuli diri sendiri saat sedih karena merasa "layak" disakiti.
-
Saran Medis: Menulis bermula dari saran hipnoterapis sebagai metode penyembuhan (healing).
-
Proses Refleksi: Mencoba memahami posisi pelaku (abuser) dan memaafkan dirinya sendiri di masa lalu yang sempat merasa tidak berdaya.
Buku ini kini bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan medium penyembuhan bagi Aurelie dan pesan penguat bagi pembaca yang mungkin mengalami hal serupa. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo