SOLOBALAPAN.COM – Meledaknya isu child grooming yang diungkap Aurelie Moeremans dalam buku Broken Strings ternyata menyeret nama pemerhati anak legendaris, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto.
Netizen ramai mempertanyakan peran Kak Seto di masa lalu, setelah dalam buku tersebut diceritakan bahwa ibunda Aurelie, Sri Sunarti, sempat mendatangi institusi yang dipimpin Kak Seto namun dinilai tidak membuahkan hasil yang jelas.
Klarifikasi Kak Seto: "Jangan Melintir Fakta"
Menanggapi tudingan miring yang mengarah pada personalitas dan kredibilitasnya, pencipta karakter Si Komo ini akhirnya memberikan klarifikasi melalui unggahan di Instagram Story resminya.
Kak Seto mengimbau publik untuk melihat kasus ini dengan jernih.
"Mohon kepada para sahabat semua, kiranya kita dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih, tanpa memelintir fakta ke arah pemahaman yang keliru," tulis Kak Seto.
Ia menegaskan bahwa pada saat kejadian (sekitar tahun 2010), pihaknya telah melakukan langkah-langkah yang dimungkinkan oleh aturan dan kemampuan mereka saat itu.
"Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami," imbuhnya.
Pesan untuk Publik: Berhenti Saling Memfitnah
Kak Seto menyadari bahwa peristiwa di masa lalu memang meninggalkan luka bagi Aurelie.
Namun, ia menyayangkan jika isu yang diangkat kembali pada tahun 2026 ini justru menjadi ajang untuk menyerang satu sama lain.
Beberapa poin penting dari pernyataan Kak Seto:
- Hindari Fitnah: Meminta agar kasus tahun 2010 ini tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh atau menyerang secara personal.
- Empati dan Keadilan: Mengajak semua pihak untuk bersikap bijak dan tidak mengubah makna fakta yang sebenarnya.
- Fokus pada Pemulihan: Berharap agar pihak yang terlibat bisa pulih dan berdamai dengan masa lalu.
"Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan," pungkas Kak Seto.
Latar Belakang Pencantuman Nama dalam Buku
Dalam buku Broken Strings, Aurelie menceritakan keputusasaan sang bunda yang sempat mencari perlindungan ke Komnas PA dan KPAI demi menyelamatkan Aurelie dari pengaruh Roby Tremonti.
Netizen menilai institusi tersebut minim aksi nyata, mengingat setelahnya Aurelie tetap terjerat dalam hubungan tersebut bahkan hingga sempat menikah tanpa restu.
Polemik ini membuka diskusi lebih dalam mengenai seberapa jauh lembaga perlindungan anak bisa mengintervensi kasus manipulasi psikologis atau child grooming yang sangat kompleks. (dam)
Editor : Damianus Bram