roby
SOLOBALAPAN.COM - Nama Roby Tremonti kembali menjadi perbincangan hangat publik setelah memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans terbit dan viral.
Buku tersebut mengangkat kisah kelam masa lalu Aurelie, termasuk dugaan manipulasi, child grooming, hingga kekerasan dalam hubungan, yang kemudian memicu spekulasi luas soal sosok pria bernama samaran “Bobby”.
Sorotan publik pun mengarah pada Roby, aktor yang pernah menjalin hubungan dan disebut-sebut menikah dengan Aurelie pada 2011.
Setelah lama bungkam, Roby akhirnya muncul ke publik dan menyampaikan serangkaian bantahan serta pembelaan.
Roby Pertanyakan Proses Pembatalan Pernikahan Gereja
Roby mengawali klarifikasinya dengan mempertanyakan klaim pembatalan pernikahan (annulment) yang selama ini disampaikan oleh pihak Aurelie.
Sebagai penganut Katolik, ia menilai proses tersebut seharusnya melibatkan kedua belah pihak.
"Saya tidak pernah merasa dapat undangan dari gereja terkait untuk pembatalan. Itu tidak ada. Harusnya kan kedua belah pihak dipanggil dulu ke pengadilan gereja, tapi dari saya tidak ada," kata Roby.
Menurut Roby, tidak adanya pemanggilan resmi membuatnya meragukan keabsahan administrasi pembatalan pernikahan tersebut, baik secara agama maupun hukum.
Klaim Diminta Mengaku KDRT untuk Syarat Pembatalan
Salah satu pernyataan paling mengejutkan datang ketika Roby mengungkap bahwa dirinya pernah diminta menuliskan narasi tertentu demi melancarkan proses pembatalan di gereja.
Namun, permintaan tersebut langsung ia tolak.
"Dia cuma bilang, 'Saya mau ngurus pembatalan nih, tapi syaratnya untuk gereja Katolik itu harus ada narasi dari masing-masing pasangan kenapa mau (batal)'. Di situ saya harus menulis bahwa saya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Ya nggak mungkin, saya nggak melakukan," sambungnya.
Roby menegaskan tidak mau mengorbankan nama baiknya dengan mengakui perbuatan yang menurutnya tidak pernah terjadi.
Bantahan Tegas Soal Tuduhan KDRT
Menanggapi tuduhan KDRT yang ramai di media sosial, Roby menggunakan pendekatan logika hukum.
Ia menyoroti kontradiksi antara klaim pernikahan yang disebut tidak sah dengan tuduhan kekerasan dalam rumah tangga.
"Kita masuk ke pelaku KDRT. Di jagat maya, Aurelie Moeremans mengatakan tidak pernah terjadi pernikahan atau pernikahan tidak sah. Definisi KDRT adalah kekerasan dalam rumah tangga. Untuk para ahli hukum saya berbicara ini saya sangat sadar saya bukan spesialisasi di situ tapi ini adalah logika," ucap Roby kemudian.
"Roby Tremonti adalah melakukan KDRT, kekerasan dalam rumah tangga, rumah tangga itu artinya dalam pernikahan. Kalau mengalami kekerasan yang bukan dalam rumah tangga, deliknya adalah Roby Tremonti melakukan penganiayaan," lanjutnya.
Roby juga mempertanyakan mengapa tidak pernah ada laporan hukum jika kekerasan tersebut benar terjadi.
"Saya dituduh menjadi pelaku KDRT dari 2013, tanggalnya saya tidak tahu pasti. Perpisahan saya dengan Aurelie Moeremans. Di buku itu juga menuduhkan tokoh Bobby ini, kenapa tidak lapor polisi, kenapa tidak visum, kenapa tidak membuat laporan, menjadikan Roby Tremonti itu DPO, mohon maaf apa benar, DPO itu kan pencarian orang ya, kenapa itu tidak dilakukan? Dilaporkan secara hukum," kesalnya.
Klarifikasi Soal Usia dan Tuduhan Child Grooming
Isu child grooming juga menjadi sorotan utama. Roby menegaskan bahwa pernikahan mereka berlangsung saat Aurelie sudah cukup umur secara hukum.
"Saya menikahi Aurelie saat dia berusia 18 tahun dan dua bulan pada 10 Oktober 2011," jelas Roby.
Ia pun menepis tuduhan grooming dan pedofilia yang menurutnya sangat serius dan merugikan.
"Saya dituduh grooming anak 15 tahun, faktanya, saat kami dekat, dia sudah pernah pacaran di Eropa, jadi jangan giring opini seolah saya ini predator yang memangsa anak kecil."
"Narasi saya memanipulasi anak polos umur 15 tahun itu tidak tepat."
"Secara kognitif dia (Aurelie Moeremans) sudah mengetahui tentang pendewasaan diri dan dia bukan anak kecil yang enggak tahu apa-apa," tegasnya.
Roby Tegaskan Pernah Menikah dan Tunjukkan Bukti
Roby kembali menegaskan bahwa pernikahan mereka bukan rekayasa atau paksaan.
Ia bahkan mengklaim memiliki bukti autentik berupa foto dan dokumen resmi.
“Memang saya pernah menikahi Aurelie Moeremans pada 10 Oktober 2011,” ungkap Roby kemudian.
“Kalau lihat foto ini, enggak mungkin kan terpaksa menikahnya. Kami menikah secara Katolik, tidak mungkin segampang itu.”
Ia juga membantah klaim bahwa pernikahan tersebut hanya berlangsung satu hari.
“Pernikahan itu enggak bisa diurus sehari. Ada proses kanonik, investigasi dari pihak gereja sebelum menikah. Enggak mungkin bisa beres cuma sehari,” jelasnya.
“Soal pembatalan pernikahan, Aurelie merasa punya suratnya, tapi selama ini saya tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan surat itu.”
Akui Ingin Pemulihan Nama Baik
Di tengah polemik yang kembali mencuat setelah 16 tahun berlalu, Roby menegaskan tujuannya bukan untuk mengusik kehidupan baru Aurelie, melainkan memulihkan reputasinya sendiri.
"Saya benar-benar tidak mau menyinggung pihak dia. Dia mau punya pasangan baru, mau menikah, silakan. Saya cuma mau peaceful dan pemulihan nama baik saya sangat wajar, karena saya juga harus bekerja."
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Aurelie Moeremans terkait bantahan dan klaim Roby Tremonti tersebut. (lz)
Editor : Laila Zakiya