SOLOBALAPAN.COM – Gelombang kontroversi buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans terus bergulir.
Setelah sekian lama menjadi sasaran spekulasi netizen sebagai pelaku child grooming yang diceritakan dalam buku tersebut, Roby Tremonti akhirnya memberikan komentar langsung terhadap karya mantan pasangannya itu.
Menariknya, Roby tidak langsung menyerang, melainkan mengakui bahwa buku tersebut memiliki narasi yang kuat hingga mampu memancing emosi pembacanya.
Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai status "kisah nyata" yang diklaim oleh Aurelie.
Mengakui Kualitas Tulisan: "Saya yang Baca Juga Bisa Panas"
Dalam pernyataannya, Roby Tremonti mengakui bahwa secara narasi, buku tersebut berhasil menyentuh emosi pembaca.
Ia bahkan menyebut proses penyusunan buku tersebut terlihat digarap dengan sangat serius.
"Bagus bukunya. Saya yang baca juga bisa panas, tapi kan buku itu hasil ilmiah ya, pemikiran ilmiah melalui proses editing, sah atau tidak itu keluar," ungkap Roby Tremonti menanggapi viralnya buku tersebut.
Mempertanyakan Validitas "True Story"
Meski memuji secara estetika, Roby mulai mempertanyakan landasan fakta dari cerita yang disampaikan Aurelie.
Terutama terkait label child grooming yang kini membuat publik menghakiminya sebagai pelaku.
"Dasar buktinya kalau nanti suatu hari dipertanyakan tentang narasi-narasi ini, menurut saya buku itu bagus kalau bisa dipertanggungjawabkan. Banyak produksi buku yang mengatakan ini 'based on true story' atau 'base on true event', tapi ternyata karangan dan dibumbui," tambahnya.
Ia meragukan apakah peristiwa-peristiwa dramatis dalam buku tersebut didukung oleh data primer seperti laporan kepolisian atau bukti medis pada masa itu.
Sependapat dengan Feni Rose, Namun Tetap Skeptis
Roby juga menanggapi pernyataan presenter Feni Rose yang menyebut buku Broken Strings sebagai bahan edukasi yang baik bagi masyarakat.
Roby setuju dengan nilai edukasinya, namun ia kembali menekankan pentingnya akurasi sejarah di balik cerita tersebut.
"Saya juga bilang bagus ya, tapi kontroversial. Dari isinya bisa dipertanggungjawabkan nggak dengan fakta kejadian yang lalu, ada nggak bukti pelaporannya?" tanya Roby.
Menutup pernyataannya, Roby menantang publik untuk tidak menelan mentah-mentah isi buku tersebut.
"Saya tanyakan ke publik, apakah kalian tidak mau mempertanyakan semua bukti-bukti dasar yang mendukung buku ini? Yang katanya adalah berdasarkan kisah nyata," pungkasnya.
Hingga saat ini, perdebatan antara narasi dalam buku dan pembelaan Roby Tremonti terus membelah opini publik di media sosial. (dam)
Editor : Damianus Bram