SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Media sosial X (Twitter) mendadak ramai memperbincangkan band nyentrik asal Bandung, Kuburan Band.
Grup musik yang identik dengan tata rias wajah seram ini dituding merilis sebuah karya yang dianggap mengejek atau mocking lagu terbaru grup legendaris Slank yang berjudul "Republik Fufufafa".
Isu ini menggelinding liar setelah sebuah rekaman audio beredar luas dan dikaitkan dengan mereka.
Tak ingin kesalahpahaman berlarut-larut, Denny Rahmat Ramdani (bassis) dan Raka Auliantara (gitaris) Kuburan Band akhirnya buka suara untuk meluruskan kabar miring tersebut.
Musik Terlalu Rapi
Denny menegaskan bahwa tuduhan tersebut sama sekali tidak benar alias salah alamat.
Setelah mendengarkan dengan saksama, para personel Kuburan Band meyakini bahwa lagu yang beredar itu adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Raka menambahkan, kejanggalan sangat terasa pada teknis musiknya.
Menurutnya, aransemen lagu viral tersebut terdengar terlalu rapi dan generik, sangat berbeda dengan sentuhan 'manusiawi' yang biasa mereka mainkan.
Mereka pun memastikan audio itu adalah karya robot yang mencatut nama band mereka.
Langsung Hubungi Kaka Slank
Demi mencegah adu domba, pihak Kuburan Band berinisiatif mengambil langkah cepat dengan menghubungi vokalis Slank, Kaka, melalui pesan langsung (DM) Instagram.
Beruntung, respons Kaka sangat positif dan santai. Vokalis berambut gondrong itu juga menyadari bahwa lagu tersebut hanyalah ulah teknologi AI.
Bahkan, Kaka justru merasa tidak enak hati karena nama Kuburan Band ikut terseret dalam polemik lagu baru Slank.
Ia khawatir isu ini malah mengganggu promosi lagu terbaru Kuburan Band yang berjudul "Ajeng".
Denny pun berseloroh bahwa situasi adu domba via teknologi ini mirip dengan ulah Entity di film Mission Impossible. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo