SOLOBALAPAN.COM – Sejarah baru kembali terukir di industri perfilman Tanah Air.
Film komedi besutan rumah produksi Imajinari, Agak Laen 2: Menyala Pantiku!, resmi dinobatkan sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Capaian fantastis ini diraih dalam waktu 36 hari penayangan.
Hingga Jumat (2/1), film garapan sutradara Muhadkly Acho tersebut tercatat telah meraup lebih dari 10.250.000 penonton.
Angka ini secara otomatis menggeser pemegang rekor sebelumnya, film animasi JUMBO produksi Visinema Studios yang bertahan di angka 10,2 juta penonton.
Terima Kasih Pasukan Bermarga
Kabar gembira ini diumumkan langsung melalui akun media sosial resmi Imajinari dan para pemain. Mereka menyampaikan apresiasi mendalam kepada jutaan penonton yang telah memadati bioskop.
Baca Juga: Na Willa Siap Hangatkan Lebaran 2026, Film Keluarga Berlatar 1960-an Garapan Ryan Adriandhy
"Alhamdullilah, Puji Tuhan, Pilem Agak Laen: Menyala Pantiku! telah resmi memecahkan rekor dan menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa, Pasukan!" tulis akun resmi Imajinari.
Pihak produksi menyebut pencapaian ini adalah milik seluruh penonton setia mereka, baik yang 'bermarga' maupun tidak, yang telah memberikan kesempatan bagi kuartet Bene, Boris, Jegel, dan Oki untuk kembali menebar tawa.
Sinopsis: Misi Penyamaran di Panti Jompo
Kesuksesan sekuel ini memang sudah tercium sejak hari pertama rilis pada 27 November lalu.
Saat itu, Agak Laen 2 langsung diserbu lebih dari 250.000 penonton di hari pembukaan dan menembus 1 juta penonton hanya dalam tiga hari.
Berbeda dengan film pertamanya yang berlatar rumah hantu pasar malam, kali ini Agak Laen 2 menghadirkan petualangan baru keempat sahabat tersebut sebagai detektif swasta.
Bene Dion, Boris Bokir, Indra Jegel, dan Oki Rengga harus menjalankan misi terakhir yang mempertaruhkan reputasi mereka.
Mereka menyamar dan menyusup ke sebuah panti jompo demi memburu buronan berbahaya yang diduga terlibat kasus pembunuhan anak wali kota.
Selain empat komika utama, film ini semakin segar dengan kehadiran Tissa Biani, Awwe, Boah Sartika, dan Priska Baru Segu yang menambah dinamika komedi di layar lebar. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo