JAKARTA, SOLOBALAPAN.COM – Libur Lebaran memang masih beberapa bulan lagi. Namun, dunia hiburan Tanah Air sudah bersiap menyambutnya sejak dini.
Salah satu yang paling dinanti adalah kehadiran film Na Willa, yang dijadwalkan tayang di bioskop saat Lebaran Maret 2026 mendatang.
Film ini merupakan adaptasi buku karya Reda Gaudiamo sekaligus menjadi debut film live action bagi sutradara Ryan Adriandhy.
Nama Ryan tentu bukan sosok asing. Tahun lalu, ia mencetak sejarah lewat film Jumbo, yang sukses menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa.
Antusiasme publik mulai terasa setelah teaser trailer Na Willa dirilis pada 30 Desember lalu. Dalam cuplikan singkat tersebut, penonton diajak kembali ke masa kecil Na Willa (diperankan Luisa Adreena) yang tumbuh di Gang Krembangan, Surabaya, pada era 1960-an.
Na Willa menjalani hari-hari sederhana bersama kedua orang tuanya, Mak (diperankan Irma Sihi) dan Pak (Junior Liem). Aktivitas kecil seperti belajar, bermain, pergi ke pasar, hingga bercengkerama dengan teman-temannya menjadi potret kebahagiaan masa kanak-kanak yang hangat dan polos.
Namun, dunia Na Willa perlahan berubah ketika ia mulai bersekolah. Dengan kepolosannya, ia sempat bertanya kepada sang ibu, apa sebenarnya arti sekolah.
Alih-alih menemukan jawaban yang mudah, Na Willa justru menghadapi pengalaman pahit. Ia ditertawakan teman-teman sekelasnya saat pertama kali diperkenalkan oleh sang guru (diperankan Putri Ayudya). Kebingungan pun muncul—apa yang sebenarnya lucu?
Dari titik itulah Na Willa mulai memahami bahwa ia harus tumbuh dan belajar, tanpa kehilangan kebahagiaan serta keajaiban masa kecil yang selama ini ia kenal.
Berbeda dengan Jumbo yang sarat nuansa magis lewat animasi dan efek visual, Na Willa justru tampil berlawanan arah. Sebagai film live action, karya ini menonjolkan kesederhanaan, sentuhan surealisme halus, dan kedekatan dengan kehidupan sehari-hari. Dialog-dialognya pun dibuat lugas, menggunakan bahasa sederhana yang terasa akrab.
Nuansa hangat dan kepolosan khas dunia anak-anak terasa kuat sejak teaser pertamanya. Pengalaman Ryan dalam menggarap film bertema anak-anak pun tak perlu diragukan lagi, apalagi ia kembali bekerja sama dengan Visinema Studios, rumah produksi di balik kesuksesan Jumbo.
Produser Na Willa sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios, Anggia Kharisma, menyebut film ini disiapkan untuk mengisi momen kebersamaan keluarga saat Lebaran.
“Respons penonton terhadap Jumbo di Lebaran tahun lalu menunjukkan satu hal, yaitu keluarga Indonesia merindukan film yang hangat, bisa ditonton bersama, lalu dibicarakan,” ujar Anggia dalam pernyataan tertulisnya.
Meski berlatar tahun 1960-an, Na Willa diyakini tetap relevan lintas generasi. Nilai-nilai yang diangkat bersifat universal dan dekat dengan siapa saja. Ryan menyebut film live action pertamanya ini berangkat dari cara anak kecil memandang dunia.
“Anak memandang dunia dengan kejujuran dan rasa kagum, sesuatu yang sering kita lupakan saat sudah dewasa,” kata Ryan, yang juga menulis naskah film ini.
Dengan cerita sederhana namun sarat makna, Na Willa digadang-gadang menjadi tontonan keluarga yang menghangatkan suasana Lebaran 2026—film yang bukan hanya ditonton, tetapi juga dirasakan bersama. (jp/an)
Baca Juga: BANJIR KRITIK! Aksi Sosial Novi Rizki di Aceh Malah Disorot Gara-Gara Baju Ketat, Ini Pembelaannya!
Editor : Andi Aris Widiyanto