SOLOBALAPAN.COM - Skandal hubungan terlarang yang menyeret nama Insanul Fahmi kini memasuki babak paling krusial.
Setelah pernikahan siri dengan Inara Rusli terbongkar, pengusaha asal Medan itu justru berada di posisi terpojok: ditinggal perempuan yang dinikahinya secara diam-diam, sekaligus kehilangan kepercayaan istri sahnya, Wardatina Mawa.
Alih-alih berakhir cepat, polemik ini justru berkembang menjadi rangkaian konflik emosional dan hukum.
Insanul Fahmi kini menghadapi kenyataan pahit bahwa keputusannya bermain hati berdampak panjang, baik secara pribadi maupun di hadapan publik.
Awal Mula Pernikahan Siri yang Berujung Bencana
Hubungan Insanul Fahmi dan Inara Rusli terjalin singkat sejak Juli 2025.
Kala itu, Inara disebut menerima pendekatan Insan karena meyakini pria tersebut berstatus lajang.
Keyakinan itu diperkuat oleh pengakuan Insan serta keterlibatan keluarganya yang ikut memperkenalkan diri.
Kuasa hukum Inara menegaskan kondisi tersebut dengan pernyataan:
"Jadi klien kami tuh bahagialah ya mengenal seorang Insan yang single,"
Insan bahkan mendorong hubungan ke arah pernikahan dengan dalih agama, mengatakan:
"Kalau kita dekat seperti ini sampai tahun depan khawatirnya menjadi dosa"
hingga akhirnya menyampaikan ajakan
"gimana kalau kita nikah siri dulu".
Pernikahan siri itu berlangsung pada 7 Agustus 2025. Namun kebohongan tersebut terbongkar hanya dalam hitungan hari.
Pada 19 Agustus 2025, Wardatina Mawa menghubungi langsung Inara dan mengungkap bahwa Insan masih berstatus suami sah.
Inara Rusli Mundur, Insan Tak Juga Melepas
Mengetahui fakta tersebut, Inara memilih mengakhiri hubungan. Sikap itu ditegaskan oleh kuasa hukumnya:
"Saya tegaskan Inara tidak mau menikahi pria beristri. Sampai akhirnya ia memilih mundur untuk menghargai hati dan perasaan sesama wanita."
Namun konflik tak berhenti di sana. Marissya Icha mengungkap bahwa Insan justru tak rela kehilangan Inara, bahkan setelah semuanya terbongkar.
"Dia bawa anggota keluarganya ke rumah Inara, nangis-nangis dan bersujud di kaki klien kami,"
Fakta ini memperlihatkan posisi Insan yang dinilai berat sebelah. Di satu sisi ia masih terikat pernikahan sah, di sisi lain ia terus berupaya mempertahankan hubungan yang telah ia rusak sendiri.
Wardatina Mawa Tegas Mengakhiri Pernikahan
Berbeda dengan Inara yang memilih mundur demi menghindari konflik, Wardatina Mawa justru mengambil langkah tegas. Di hadapan aparat penegak hukum, ia menyatakan:
"Saya sudah memutuskan untuk selesai,"
Mawa memastikan gugatan cerai akan diajukan setelah proses hukum berjalan. Ia juga membantah klaim Insan yang mengaku telah menjatuhkan talak:
"Dia (Insanul Fahmi) belum ada sama sekali menjatuhkan talak kepada saya."
Tak hanya itu, Mawa menyerahkan bukti rekaman CCTV yang memperkuat dugaan hubungan terlarang antara suaminya dan Inara. Rekaman tersebut bahkan memicu trauma saat ia diminta menontonnya kembali.
"Itu aku ke-trigger banget sih… ngertilah semuanya jadi ke-trigger lagi,"
Meski terluka, Mawa memilih melindungi masa depan anaknya dengan tidak menyebarkan bukti tersebut ke publik.
"Udah ya guys ga boleh di-spill itu jejak digital, kita harus memikirkan anak-anak kita."
Insan Lebih Memperjuangkan Inara?
Di tengah keretakan rumah tangga, muncul fakta lain yang memantik reaksi publik.
Insan disebut justru lebih memilih memperjuangkan Inara ketimbang menyelamatkan pernikahan sahnya.
Marissya Icha mengungkap:
"Insanul masih memperjuangkan Inara."
Ia juga menyebut keluarga Insan sempat menemuinya untuk membahas hubungan tersebut:
"Yang jelas, keluarga Insanul pernah bertemu dengan saya dan Insan meminta Inara untuk tetap stay sama dia,"
Situasi ini menimbulkan kesan bahwa Insan enggan melepas Inara, meski sudah ditinggalkan dan di saat bersamaan kehilangan kepercayaan istrinya sendiri.
Sikap Insan tersebut turut mendapat sorotan publik, termasuk dari Denny Sumargo. Meski enggan mencampuri urusan pribadi, ia menyampaikan keprihatinannya:
"Enggak tahu ih. Urusan Insan ngapain lu nanya ama gue,"
Namun Denny berharap persoalan ini segera selesai demi kesehatan mental semua pihak:
"Saya berharap, itu bisa segera selesai karena semakin lama semakin terganggu psikis, mental dan kejiwaannya," (lz)
Editor : Laila Zakiya