SOLOBALAPAN.COM - Kabar bahagia datang dari belahan bumi utara.
Mantan artis cilik yang wajahnya dulu kerap wara-wiri di layar kaca dengan peran judesnya, Gisela Cindy, membawa berita gembira.
Adik kandung Gracia Indri ini baru saja mengumumkan momen lamaran romantisnya di Kanada.
Momen spesial tersebut terasa kian bermakna karena terjadi tepat setelah ia merayakan ulang tahunnya yang ke-31 pada 1 Desember lalu.
Unggahan cincin berlian yang melingkar indah di jari manisnya menjadi simbol dimulainya babak baru kehidupan Gisela, jauh dari sorotan kamera hiburan Tanah Air.
Momen Romantis di Ontario: Privasi Terjaga
Meski telah lama meninggalkan dunia entertainment Indonesia dan menetap di Kanada sejak 2012, kehidupan Gisela tetap menarik perhatian.
Lamaran tersebut dikabarkan berlangsung di kawasan Ontario atau Hawkestone.
Menariknya, Gisela tetap konsisten menjaga privasi hubungan asmaranya.
Sosok sang tunangan masih misterius dan tidak diumbar secara blak-blakan ke publik.
Namun, hal itu tak mengurangi antusiasme rekan sesama artis dan penggemar yang membanjiri kolom komentar dengan doa agar rencana pernikahan mereka berjalan lancar.
Kilas Balik: Dari 'Panji Manusia Millenium' hingga Manajer Toko
Generasi 2000-an pasti tak asing dengan wajah Gisela Cindy. Ia memulai debutnya di akhir 90-an lewat serial Panji Manusia Millenium.
Namun, namanya benar-benar melambung berkat kepiawaiannya memerankan karakter antagonis.
Siapa yang bisa lupa dengan peran Delima di sinetron Tangisan Anak Tiri?
Aktingnya yang natural sebagai tokoh jahat membuatnya menjadi langganan peran antagonis di berbagai sinetron hits seperti Tuyul & Mbak Yul dan Candy.
Tak hanya akting, ia juga sempat menjajal dunia tarik suara lewat grup musik Candy dan bermain film layar lebar Angel’s Cry (2004).
Transformasi Hidup di Negeri Orang
Keputusan Gisela untuk hijrah ke Kanada menjadi titik balik kedewasaannya.
Meninggalkan gemerlap dunia artis, ia memulai segalanya dari nol.
Di Kanada, Gisela dikenal sebagai sosok wanita karier yang tangguh.
Ia pernah bekerja di berbagai bidang, salah satunya menjabat sebagai manajer toko sepatu di Vancouver.
Transformasinya dari artis cilik menjadi wanita karier independen di luar negeri kerap menuai pujian warganet. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo