SOLOBALAPAN.COM - Kebahagiaan menyambut buah hati pertama harus sedikit terusik bagi streamer dan selebgram cantik, Nita Vior.
Baru beberapa hari merasakan sukacita menjadi ibu usai melahirkan secara caesar, istri Vincent Kosasih ini harus kembali naik ke meja operasi.
Kabar kurang mengenakkan ini dibagikan sendiri oleh Vior melalui Instagram Story-nya.
Ia mengaku mengalami kondisi medis bernama Ileus Paralitik yang membuatnya sangat menderita pasca-persalinan.
Curhat Vior: 'Usus Aku Gak Bisa Nerima Obat Bius'
Di tengah banyaknya ucapan selamat dan kunjungan kerabat, Vior justru merasakan ketidaknyamanan luar biasa pada tubuhnya.
Ia mengeluhkan perut yang kembung parah, tubuh kaku tidak bisa bergerak, hingga kesulitan saat menyusui sang bayi.
"Aku tuh abis operasi kena ileus paralitik. Jadi, kayak usus aku tuh enggak bisa nerima obat bius gitu guys," curhat Vior.
Kondisi ini membuatnya stres karena menghambat momen-momen awal kebersamaannya dengan sang anak.
"Aku harus diinfus lagi, di-scan lagi, terus enggak bisa gerak, kembung, dan enggak nyaman juga menyusui," lanjutnya.
Mengenal Ileus Paralitik: Risiko Pasca Operasi
Lantas, apa sebenarnya Ileus Paralitik itu? Secara medis, Ileus Paralitik adalah gangguan pergerakan usus akibat kelumpuhan otot dinding usus.
Dalam kondisi normal, usus bergerak (peristaltik) untuk mencerna dan mendorong makanan. Namun pada penderita kondisi ini, usus "berhenti bekerja" sementara.
Dampaknya:
-
Makanan dan gas tidak bisa dicerna dan menumpuk, menyebabkan penyumbatan.
-
Penderita mengalami mual, muntah hebat, sembelit, dan perut kembung yang menyakitkan.
-
Jika tidak ditangani, bisa menyebabkan kerusakan usus yang fatal.
Dalam kasus Vior, pemicunya diduga kuat adalah efek samping anestesi (obat bius) dan manipulasi usus selama operasi caesar sebelumnya.
Tubuhnya bereaksi sensitif terhadap obat-obatan tersebut sehingga memicu kelumpuhan usus sementara.
Penanganan Medis
Kondisi ini memang memerlukan penanganan serius. Dokter biasanya melakukan diagnosis melalui foto Rontgen atau CT Scan.
Pengobatannya bisa meliputi pemasangan selang nasogastrik (NGT) untuk menyedot gas/cairan di lambung, pemberian obat pemicu gerak usus, hingga operasi ulang jika sumbatan tidak bisa diatasi dengan obat langkah yang akhirnya harus ditempuh oleh Vior. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo