SOLOBALAPAN.COM - Sidang perceraian antara selebgram Julia Prastini atau Jule dan suaminya, konten kreator asal Korea Selatan Na Daehoon, kembali mencuri perhatian publik.
Hari ini, Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan dijadwalkan membacakan putusan cerai mereka setelah proses persidangan berjalan tanpa kehadiran Jule dalam beberapa sesi.
Perkara ini bukan hanya soal perceraian. Hak asuh ketiga anak mereka menjadi fokus utama setelah Daehoon secara tegas meminta agar hak tersebut jatuh ke tangannya, sebuah keputusan yang disebut sudah disepakati bersama.
Kesepakatan Tertulis: Jule Serahkan Hak Asuh Anak kepada Daehoon
Kuasa hukum Daehoon, Rio Rahmat Effendi, mengungkapkan bahwa permohonan cerai sekaligus hak asuh anak telah diajukan sejak awal oleh kliennya.
Ia menyebut proses ini bukan sengketa penuh konflik, melainkan langkah yang ditempuh kedua pihak dengan kesadaran masing-masing.
"Kami dari pemohon hanya simpel. Cerainya ingin dikabulkan, permohonan cerai talaknya dikabulkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan, dan hak asuh ketiga anaknya ya jatuh kepada pemohon," kata Rio.
Rio menegaskan bahwa kesepakatan itu bukan klaim sepihak.
"Sudah ada kesepakatan tertulis antara pihak pemohon dan termohon memberikan hak asuhnya kepada pemohon," ujarnya.
"Dan itu kita jadikan juga sebagai salah satu bukti. Dan antara pemohon termohon ini ya ibaratnya cerainya baik-baiklah," tambahnya.
"Sudah ada kesepakatan tertulis antara pihak pemohon dan termohon memberikan hak asuhnya kepada pemohon. Dan itu kita jadikan juga sebagai salah satu bukti. Dan antara pemohon termohon ini ya ibaratnya cerainya baik-baiklah," ucap Rio lagi.
Alasan Daehoon Minta Hak Asuh Anak
Meski tak mengungkap detail, Rio menyiratkan bahwa publik sudah memahami alasan mengapa Daehoon merasa layak memegang hak asuh ketiga anaknya.
"Publik bisa menilai sendiri bagaimana apa dan bagaimananya. Kami tidak perlu menjelaskan karena itu privasi dari klien kami. Mungkin itu saja," tutur Rio.
Dari berkas perkara lain disebutkan dugaan adanya hubungan Jule dengan pria lain yang memicu keretakan rumah tangga. Hal inilah yang memperkuat sikap Daehoon.
"Silakan lihat sendiri anak-anak lebih dekat sama siapa," ucap Rio Rahmat Effendi.
Daehoon Janji Tak Batasi Akses Jule ke Anak-anak
Meski meminta pengasuhan penuh, Daehoon disebut tak pernah berniat menjauhkan anak-anak dari ibunya.
"Tetap memberikan akses kepada pihak termohon untuk dapat mengunjungi setiap waktu, tanpa syarat apa pun, untuk memberikan kasih sayang, curahannya terhadap ketiga anak tersebut," ucap Rio.
Respons Daehoon: Ingin Pisah Baik-baik
Meski lebih banyak bungkam selama proses persidangan, Daehoon sempat menyampaikan rasa terima kasih dan harapannya.
“Jadi terima kasih banyak untuk perhatian, terima kasih banyak untuk semuanya, untuk yang semangatin,” kata Daehoon.
“Intinya saya berharap terbaik, ya mohon doanya aja,” tambah Daehoon.
Sikapnya tersebut diperkuat oleh pernyataan sang kuasa hukum.
“Kami dari pihak pemohon tadi telah membuktikan berdasarkan bukti-bukti yang kita ajukan dan saksi yang kita ajukan. Pada intinya, kami dari pemohon hanya simpel. Cerainya ingin dikabulkan, permohonan cerai talaknya dikabulkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan,” kata Rio.
Rio juga mengungkap landasan mengapa permohonan itu diajukan.
“Yang jelas karena ada permasalahan rumah tangga yang tidak dapat ditolerir lagi, sehingga klien kami mengajukan permohonan cerai talak di pengadilan,” kata Rio.
Jule Mangkir, Putusan Cerai Dibacakan Hari Ini
Jule kembali tidak hadir dalam sidang terakhir pada Selasa (2/12).
Sementara itu, Daehoon hadir ditemani kuasa hukumnya. Proses pun dilanjutkan tanpa mediasi.
Menurut keterangan Rio, sidang putusan akan digelar hari ini melalui e-court.
“Putusan Rabu, 3 Desember melalui e-court secara elektronik,” ujar Rio.
“Jadi tidak ada mediasi. Menurut arahan Majelis Hakim, langsung ke pembuktian,” tambahnya.
Daehoon diketahui resmi mendaftarkan permohonan cerai talak pada 6 November 2025, setelah muncul isu perselingkuhan dan kabar bahwa Jule meninggalkan anak-anak saat pergi dari rumah. (lz)
Editor : Laila Zakiya