SOLOBALAPAN.COM - Jagat media sosial TikTok kembali diramaikan oleh drama China (Drachin) viral "Istriku Tiga Takdirku Gila" (atau My Wife, My Three Destinies Are Crazy).
Setelah sukses besar dengan Season 1, para penonton kini dibuat tak sabar menantikan kelanjutan kisahnya di Season 2.
Drama ini dikenal setia dengan format "mini-drama" atau short drama.
Setiap episodenya hanya berdurasi 3-5 menit, namun diisi dengan alur cerita yang sangat cepat dan penuh kejutan (plot twist), membuatnya sangat adiktif untuk ditonton.
Sinopsis 'Istriku Tiga Takdirku Gila' Season 2
Musim kedua ini akan melanjutkan kisah Arsa, seorang pria dari zaman modern yang secara misterius terlempar ke dunia Dinasti Kina.
Di era kuno tersebut, pemerintah memaksa para pemuda lajang untuk segera menikah demi menjaga populasi.
Arsa, yang awalnya hanya ingin mencari jalan pulang, malah terjebak dalam situasi rumit. Ia dipaksa memilih satu dari tiga calon istri:
-
Putri Kerajaan (yang lembut namun licik).
-
Putri Jenderal (yang kuat dan tangguh).
-
Putri Saudagar Kaya (yang cantik dan manja).
Sebelum Arsa sempat memilih, sebuah "sistem" misterius tiba-tiba muncul dan memaksanya untuk menikahi ketiga wanita itu sekaligus.
Jika Season 1 fokus pada kekacauan Arsa menghadapi tiga istri yang dominan, di Season 2 ceritanya akan semakin "panas" dan kompleks.
Arsa dan para istrinya mulai menyadari adanya rahasia besar di balik "sistem" yang mengikat mereka.
Arsa mulai curiga bahwa kedatangannya ke masa lalu bukan sekadar kecelakaan, tetapi juga memiliki misi untuk mengubah jalannya sejarah.
Nontonnya di Mana? Bukan di WeTV atau iQIYI
Banyak penonton yang kebingungan mencari drama ini di platform streaming besar.
Perlu diketahui, karena formatnya adalah "mini-drama", serial "Istriku Tiga Takdirku Gila" tidak tayang di WeTV atau iQIYI.
Versi lengkap drama ini (termasuk Season 1) dapat disaksikan secara legal di platform streaming khusus mini-drama, yaitu DramaBox.
Kemungkinan besar, Season 2 juga akan dirilis secara eksklusif di platform yang sama. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo