Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

TERUNGKAP! Asal-Usul Dunia Genshin Impact: Nibelung vs Phanes

Damianus Bram • Selasa, 18 November 2025 | 00:59 WIB
Mural Nibelung.
Mural Nibelung.

SOLOBALAPAN.COM - Genshin Impact, game online raksasa besutan Hoyoverse yang dirilis pada 28 September 2020, sukses memikat jutaan pemain global.

Daya tarik utamanya terletak pada kombinasi karakter unik, geografis yang memukau, dan yang terpenting, cerita (lore) yang disajikan secara mendalam namun misterius.

Bagi para Traveler (pemain), merangkai seluruh kepingan cerita Hoyoverse bisa menjadi tantangan tersendiri.

Berikut adalah rangkuman asal-usul Dunia Teyvat dan teori-teori terpanas yang beredar di kalangan komunitas.

Mitos Penciptaan Teyvat: Nibelung, Voyager, dan Phanes

Cerita mula-mula dunia Teyvat berakar dari mitologi kuno yang sangat rumit:

Kekuasaan Nibelung: Alkisah, dunia Teyvat dikuasai oleh seekor naga raksasa bernama Nibelung. Teyvat awalnya berjalan damai di bawah kekuasaannya.

Petunjuk dari Voyager: Suatu hari, entitas lain bernama Voyager datang dan menyarankan Nibelung mencari kekuatan baru demi mempertahankan dunia yang ia jaga.

Setelah mempertimbangkan, Nibelung pergi sementara waktu dan menyerahkan tugas penjagaan Teyvat kepada tiga Dewi Bulan yang ia ciptakan.

Kedatangan Phanes: Ketika Teyvat tanpa penjagaan Nibelung, penyusup bernama Phanes masuk.

Sayangnya, Nibelung datang kembali membawa petaka yang lebih besar: Kekuatan Abyss, kekuatan yang paling berbahaya.

Phanes Membunuh Nibelung: Demi menyelamatkan Teyvat, Phanes terpaksa membunuh Nibelung. Phanes kemudian menciptakan beberapa entitas yang dikenal sebagai Shades (Bayangan) untuk membantunya menjaga kedamaian dunia.

Berdasarkan informasi lore terbaru yang beredar, salah satu Shades yang bernama Asmoday digadang-gadang menjadi pengkhianat di antara para Shades tersebut.

Teori Paling Terkenal: Misteri Asal-Usul Paimon

Cerita Genshin Impact selalu menyisakan misteri, dan salah satu teori yang paling terkenal melibatkan rekan setia Traveler, Paimon.

Teori yang paling kuat adalah bahwa Paimon, yang asal-usulnya masih misterius, merupakan boneka dari salah satu Shades yang menguasai ruang bernama Asmoday, atau bahkan Paimon adalah Asmoday itu sendiri.

Misteri Paimon bertambah karena beberapa keanehan:

Paimon Tercebur ke Danau: Meskipun Paimon bisa terbang, ia ditemukan Traveler tercebur ke dalam danau di dekat Kota Mondstadt.

Koneksi Istaroth: Ada sebuah pulau misterius yang menjadi tempat untuk menyembah salah satu Shades yang menguasai waktu bernama Istaroth.

Para pemain berasumsi bahwa keberadaan Paimon yang ditemukan dekat dengan pulau tersebut bukanlah kebetulan semata.

Keindahan Teyvat: Adaptasi Kultural Dunia Nyata

Baca Juga: Fantastis! Ini Dia Daftar 10 Game Paling Laris di Tahun 2025, GTA V Rajai Pendapatan Rp 132 Triliun!

Terlepas dari lore yang penuh misteri dan teori, Genshin Impact menyuguhkan keindahan visual yang memukau. Berbagai negara (region) di Teyvat mengadaptasi referensi kultural layaknya dunia nyata:

- Mondstadt: Berlatar di Jerman (kultur Eropa lama).

- Liyue: Berlatar di China (kultur Oriental yang kaya).

- Inazuma: Berlatar di Jepang (kultur feodal dan estetika unik).

- Sumeru: Berlatar di Timur Tengah/Asia Selatan.

- Fontaine: Berlatar di Prancis (Eropa modern).

Perbedaan budaya dan cerita yang terus berkembang ini menjadi daya tarik utama, bahkan bagi non-pemain, untuk ikut menjelajahi dunia fantasi Teyvat. (mg1/dam)

Editor : Damianus Bram
#Phanes #HoYoverse #game online #Cerita #genshin impact #nibelung