SOLOBALAPAN.COM - Konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu memasuki babak baru yang melibatkan masalah utang piutang.
Sarwendah, melalui kuasa hukumnya, mengungkapkan bahwa rumah yang ia tempati bersama anak-anaknya didatangi dua orang debt collector pada Jumat, 7 November 2025 lalu.
Pihak Sarwendah keberatan karena mobil yang dicari debt collector tersebut diduga dibeli Ruben setelah mereka bercerai.
Pihak Ruben Onsu Pertanyakan Motif Sarwendah
Baca Juga: JANGAN SALAH! Begini Cara Mudah Voting Rizky Ridho di Puskas Award
Pengacara Ruben Onsu, Minola Sebayang, mengaku bingung dan mempertanyakan motif di balik pernyataan publik Sarwendah.
Minola menilai, jika masalahnya hanya soal debt collector yang mencari mobil cicilan Ruben, seharusnya itu menjadi urusan pribadi (ranah privat), bukan konsumsi publik.
"Kami ingin menanggapi, kalau memang permasalahannya yang disampaikan oleh kuasa hukum Sarwendah itu adalah masalah debt collector, kami mempertanyakan apa yang menjadi persoalan yang sangat urgent yang membuat harus ada presscon? Apakah berkaitan dengan tata cara atau kinerja debt collector yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku?," kata Minola Sebayang, dikutip dari JawaPos.com, Senin (17/11/2025).
Minola Sebayang menduga, jika tujuan press conference tersebut bukan untuk mengkritik cara kerja debt collector yang melanggar hukum, maka patut dicurigai adanya motif untuk mendiskreditkan kliennya.
"Apakah tujuan presscon itu berkaitan dengan masalah ingin menekankan adanya debt collector yang melakukan kerja di luar jam kerja dengan cara-cara yang tidak tepat atau apa? Kalau memang misalnya bukan untuk hal itu, berarti artinya patut diduga hanya ingin mendiskreditkan klien kami, Ruben," ungkapnya.
Dugaan Mempermalukan Kondisi Ekonomi Ruben Onsu
Menurut Minola Sebayang, ada dugaan bahwa pihak Sarwendah sengaja membuka isu debt collector ini ke publik untuk mempermalukan Ruben Onsu.
Hal ini seolah membangun framing bahwa Ruben sedang dalam kondisi ekonomi terpuruk hingga lalai membayar cicilan mobil.
"Jadi ini yang harus dipertegas dulu esensinya apa. Kenapa sampai harus masalah debt collector itu sampai di ranah publik? Karena harusnya ini kan ranah privat. Kecuali ini berkaitan dengan masalah tata kerja debt collector yang bertentangan dengan hukum," jelasnya.
"Kecuali memang ini adalah bentuk dan cara untuk me-framing atau patut diduga memojokkan klien kami bahwa dia dalam keadaan hari ini tidak mampu secara ekonomi atau lagi dalam keadaan yang lalai membayar kewajiban," imbuhnya.
Anak Ketakutan, Sarwendah Ancam Tempuh Jalur Pidana
Chris Sam Siwu selaku kuasa hukum Sarwendah membenarkan kedatangan dua debt collector ke rumah kliennya pada pukul 17.00 WIB.
Mereka mencari mobil yang dibeli Ruben dan diduga menunggak pembayarannya.
Sarwendah sangat menyayangkan kejadian tersebut karena kedatangan debt collector itu membuat anak-anaknya ketakutan.
Sarwendah menyesal karena merasa sudah tidak ada hubungan apapun dengan Ruben Onsu sejak bercerai.
Pihak Sarwendah menegaskan, jika debt collector masih berani datang, apalagi melakukan pemaksaan masuk ke rumah untuk menagih atau mencari mobil yang tidak diketahuinya, mereka memastikan akan menempuh langkah hukum pidana. (dam)