SOLOBALAPAN.COM – Nama Azizah Salsha—selebgram muda yang akrab disapa Zize—tengah menjadi sorotan panas di jagat maya.
Ia kembali menjadi perbincangan setelah kabar perceraiannya dengan pemain Timnas Indonesia, Pratama Arhan, mencuat ke publik.
Tak butuh waktu lama, Zize terseret dalam gelombang cancel culture.
Publik penasaran dengan sosok di balik nama yang kini jadi trending. Zize lahir di Jakarta pada 21 Oktober 2003 dengan nama lengkap Nurul Azizah Rosiade.
Ia adalah putri sulung politisi Partai Gerindra dan anggota DPR RI, Andre Rosiade, serta Nurul Anastasia.
Jejak Karier dan Latar Belakang Pendidikan
Zize adalah lulusan SMA Al Azhar BSD (2021) dan sempat menempuh studi di jurusan Ilmu Hukum Universitas Trisakti.
Sebelum menikah, Azizah sudah populer sebagai influencer dan seleb TikTok. Akun Instagram-nya, @azizahsalsha_, diikuti lebih dari 5 juta pengguna.
Zize dikenal memiliki hobi golf dan padel, yang sempat mengantarnya meraih prestasi di tingkat Asia Pasifik saat remaja.
Popularitasnya menarik banyak brand besar seperti Gucci, H&M, Adidas Indonesia, dan Skintific. Ia juga meluncurkan label busana miliknya sendiri, Zize Collection.
Puncak ketenaran Zize terjadi ketika ia menikah dengan Pratama Arhan pada 20 Agustus 2023 di Tokyo.
Namun, kisah bahagia itu tak berlangsung lama, dan perceraian pada 2025 memicu sorotan baru.
Kontroversi Move On dan Dampak Cancel Culture
Setelah resmi berpisah, kehidupan Zize seolah tak pernah sepi dari kritik.
Warganet mulai menggali ulang berbagai isu dan menuduhnya mencari sensasi, terutama saat ia tertangkap kamera sedang bersama Nadif Zahiruddin (mantan kekasih Anya Geraldine).
Gelombang cancel culture dan kritik pedas pun menyerukan agar publik berhenti mendukung konten-konten Zize.
Gelombang kritik ini bahkan berdampak pada brand yang bekerja sama dengannya.
Erspo, jenama sportswear lokal, dihujat setelah menggandeng Zize sebagai muse di Jakarta Fashion Week (JFW) 2026.
Kehadiran Zize di catwalk dengan crop top putih dan rok mini hijau toska dinilai warganet sebagai langkah blunder bagi brand dan merusak citra profesional JFW.
Tak lama setelah acara, tagar boikot Erspo menggema di jagat maya. Netizen menilai keputusan brand menggandeng Zize sebagai muse sangat tidak tepat di tengah citra kontroversialnya pasca-cerai.
Kritik semakin tajam setelah host live brand itu dinilai blunder dengan ucapan “Komentar kalian tidak mematikan rezeki kami”. Kalimat itu dianggap menantang netizen dan memperkeruh situasi.
Pihak Erspo akhirnya mengeluarkan permohonan maaf terbuka, menegaskan akan lebih selektif dalam memilih talent di masa depan, dan mengakui adanya kesalahan host live mereka.
Badai cancel culture terhadap Azizah Salsha belum juga reda hingga kini. Meski begitu, Zize tampak tetap aktif di media sosial dan terus membagikan aktivitasnya seperti biasa.
Publik menilai keputusan Zize untuk tetap tampil percaya diri di tengah kontroversi adalah bentuk keteguhan mental.
Namun, sebagian warganet menganggapnya justru abai terhadap kritik yang tengah menghujaninya.
Kisah Azizah Salsha menjadi pengingat nyata betapa cepatnya popularitas bisa berubah menjadi kontroversi di era digital. (dam)
Editor : Damianus Bram