SOLOBALAPAN.COM – Dynand Fariz, desainer, kreator, dan penggagas Jember Fashion Carnaval (JFC), adalah sosok visioner yang berhasil mengubah identitas Kota Jember, Jawa Timur.
Berkat kreativitasnya, Jember yang dikenal sebagai Kota Tembakau kini mendapatkan identitas baru sebagai panggung karnaval dunia. Hari ini kita mengenang warisan besar yang ia tinggalkan.
Latar Belakang dan Lahirnya JFC
Dynand Fariz lahir pada 23 Mei 1963 di Garahan, Jember. Ia menempuh pendidikan di IKIP Surabaya dan memperdalam studi mode di ESMOD Paris.
Minatnya terhadap desain busana sudah tumbuh sejak kecil, belajar dari ayahnya yang seorang penjahit.
Pada awal 2000-an, Fariz mengembangkan ide besar untuk memunculkan identitas kota, yang berujung pada lahirnya Jember Fashion Carnaval (JFC) pada tahun 2003.
JFC bukan sekadar fashion show, melainkan karnaval berkonsep internasional dengan runway panjang di jalanan kota.
Rute paradenya bisa mencapai 3,6 kilometer, menjadikannya salah satu karnaval mode paling menonjol di Asia.
Pencapaian Internasional dan Warisan The Chronicle of Borobudur
Salah satu puncak pencapaian Dynand Fariz adalah saat ia mendesain kostum nasional untuk Indonesia di ajang Miss Universe 2014.
Kostum bertema The Chronicle of Borobudur yang dikenakan oleh Elvira Devinamira berhasil meraih penghargaan Best National Costume.
Prestasi ini tidak hanya memunculkan nama Fariz di kancah dunia, tetapi juga membawa Jember ke peta dunia kreativitas dan pariwisata.
Filosofi yang Diwariskan
Dynand Fariz mengajarkan bahwa kreativitas bisa berasal dari tempat manapun, bahkan kota yang sebelumnya kurang dikenal di peta nasional.
Kehadiran JFC membawa dampak luas pada ekonomi kreatif lokal; komunitas kreator, perancang muda, hingga pelaku ekonomi kreatif lainnya terlibat aktif, membuktikan bahwa visi kultural bisa menyatukan masyarakat dan menciptakan kesempatan kerja.
Dynand Fariz wafat pada 17 April 2019 di usia 55 tahun. Meskipun beliau telah pergi, karyanya tetap hidup—setiap kostum dan parade JFC adalah bagian dari warisan yang menginspirasi generasi kreator Indonesia. (mg2/dam)
Editor : Damianus Bram