Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Mengukir Genre Jandut! Eny Sagita: Dari Panggung Desa ke Produser Rekaman, Inilah Kisah Ratu Koplo yang Tak Pernah Sepi

Damianus Bram • Senin, 3 November 2025 | 23:55 WIB
Eny Sagita.
Eny Sagita.

SOLOBALAPAN.COM – Nama Eny Sagita (Eni Setyaningsih, lahir 14 Desember 1984) sudah tak asing lagi di dunia musik dangdut koplo.

Penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser rekaman ini dikenal sebagai pemilik beberapa grup musik sukses yang membangun genre unik jaranan dangdut (jandut) modern.

Eny membuktikan bahwa irama koplo, dengan energi khasnya, tak pernah sepi dari panggung hiburan.

Awal Mula dan Kelahiran Jandut Modern

Baca Juga: Apa Arti The Grumpy Chef? Geger Julukan Sabrina Alatas Jadi Sorotan, Kini Diduga Main Serong dengan Hamish Daud

Eny memulai karier aktifnya sejak 1996. Periode 2008–2009 menjadi titik balik ketika ia tampil rutin di panggung dan mendirikan grup musik Sagita.

Awalnya Sagita membawa konsep organ tunggal biasa. Namun, seiring waktu, mereka mulai menggabungkan dangdut koplo dengan kesenian jaranan (kuda lumping) khas Jawa Timur, yang melahirkan genre energik jandut.

Bersama Aini Record, Eny merilis album kolaborasi pertamanya berjudul Ngamen.

Popularitasnya semakin melejit ketika lagu Ngamen 5 dibawakan di acara televisi Yuk Keep Smile oleh Caisar pada tahun 2014.

Komunitas penggemar Eny, yang dikenal dengan nama Sagita Mania dan Eny Sagita Lover’s, terbentuk dari berbagai daerah, menunjukkan kekuatan musik koplo dalam menyatukan publik.

Inovasi dan Eksperimen Genre Lintas Grup

Pada 14 Desember 2013, Eny mendirikan Eny’s Production, label sendiri yang memberinya kebebasan merilis karya secara mandiri.

Kini, Eny menaungi tiga grup musik berbeda yang menunjukkan kemampuan adaptasi dan kreativitasnya:

1. Sagita — fokus pada jaranan dangdut modern dengan ciri khas energik dan interaksi panggung yang atraktif.

2. New Scorpio — perpaduan jaranan dangdut dengan sentuhan reggae, dengan jargon khas: “New Scorpio, ha’e ha’e ngono lho, Mas.”

3. Menthul Music — grup ketiga yang memulai karya tahun 2017, mengusung konsep jaranan dangdut, dengan album unggulan Sawangen.

 

Relevansi di Era Digital: Lagu Gus Dur Viral Lagi

Popularitas Eny tidak hanya bertahan di panggung offline. Pada tahun 2024, salah satu lagunya yang berjudul Gus Dur (ciptaan Dhalang Poer) kembali viral di media sosial.

Potongan lirik “Agomo ngayomi, jagad royo” sering digunakan sebagai latar musik, membuktikan bahwa musiknya tetap relevan dan dicintai oleh generasi baru penggemar koplo.

Lebih dari sekadar hiburan, Eny Sagita menjadi ikon budaya rakyat yang membuktikan bahwa musik koplo bisa bertahan lama jika dikelola dengan karakter, inovasi, dan hubungan kuat dengan penggemar. (mg2/dam)

Editor : Damianus Bram
#dangdut koplo #jaranan dangdut #Eny Sagita #Jandut Modern #Jandut