Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lakon “Pasien No. 1”: Satir Keras dari Indonesia Kita Soal Kemerosotan Hukum

Damianus Bram • Jumat, 31 Oktober 2025 | 23:07 WIB
Poster Lakon Pasien No.1 Indonesia Kita.
Poster Lakon Pasien No.1 Indonesia Kita.

SOLOBALAPAN.COM – Indonesia Kita kembali ke panggung dengan lakon ke-44, “Pasien No. 1,” sebuah pertunjukan satir yang secara tajam merefleksikan situasi Indonesia saat ini, khususnya mengenai kemerosotan etika dan moralitas dalam penegakan hukum.

Lakon ini diibaratkan sebagai situasi di sebuah rumah sakit di mana pelayanan didahulukan berdasarkan suap yang diberikan pasien.

Dalam pementasan yang akan berlangsung di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Jumat, 31 Oktober 2025, dan Sabtu, 1 November 2025, naskah digarap dan disutradarai oleh Agus Noor.

Ikon Integritas: Penghormatan untuk Jenderal Hoegeng

Baca Juga: Profil Onadio Leonardo: Jejak Karier Mantan Vokalis Killing Me Inside yang Kini Terseret Kasus Narkoba

Lakon Pasien No. 1 secara khusus dipersembahkan untuk mengenang jasa dan kredibilitas Jenderal Hoegeng Iman Santosa, mantan Kapolri (1968–1971) yang dikenal teguh dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

Butet Kartaredjasa, salah satu aktor utama, menjelaskan bahwa sosok Jenderal Hoegeng perlu ditampilkan sebagai ikon inspiratif.

“Pak Hoegeng memang dikenal juga sebagai seniman... Namun di pertunjukan ini, kami menampilkannya sebagai ikon kejujuran, integritas dan keberanian dalam menjalankan tugasnya sesuai peraturan dan hukum,” ujar Butet Kartaredjasa, dikutip dari JawaPos.com, Jumat (31/10/2025).

Butet bahkan secara khusus menyambangi Meriyati Hoegeng, istri Jenderal Hoegeng (berusia di atas 100 tahun) di Depok, untuk ngalap berkah dan memohon restu.

“Sikap dan watak Pak Hoegeng yang senantiasa berani dan jujur demi menegakkan kebenaran, bahkan berani menolak perintah atasan karena sang atasan mengkhianati kebenaran, menjadi jiwa pertunjukan terbaru di Indonesia Kita,” ungkap Butet.

Kritik Keras: Hukum sebagai Ladang Untung

Agus Noor, sang sutradara, berharap penonton menikmati pertunjukan sekaligus menangkap pesan keteladanan Jenderal Hoegeng.

Lakon ini menggambarkan kemerosotan di mana kondisi sakit yang dialami para pasien (kasus hukum) justru dilihat sebagai kemungkinan yang menguntungkan bagi para dokter dan perawat (oknum penegak hukum).

Indonesia Kita mengajak penonton untuk peka dan berempati terhadap kondisi penegakan hukum yang dialami republik ini.

Rencananya, Butet Kartaredjasa secara khusus akan mengundang seluruh jajaran aparat kepolisian, termasuk Kapolri, untuk datang menonton pertunjukan ini.

Lakon Pasien No. 1 kembali diperankan oleh deretan aktor panggung ternama, termasuk Cak Lontong, Akbar, Marwoto, Susilo Nugroho, Inaya Wahid, Sruti Respati, dan Olla Simatupang. (dam)

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, meminta penguatan langkah pencegahan dalam upaya menekan penularan HIV/AIDS di wilayah Jawa Tengah.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Setya Arinugroho, meminta penguatan langkah pencegahan dalam upaya menekan penularan HIV/AIDS di wilayah Jawa Tengah.
Editor : Damianus Bram
#indonesia kita #teater #kemerosotan hukum #kepolisian #butet kartaredjasa #jenderal hoegeng #agus noor