SOLOBALAPAN.COM – Lagu legendaris "Donna Donna" adalah karya yang tetap relevan lintas generasi, namun makna sebenarnya di balik liriknya seringkali tersembunyi.
Lagu ini diciptakan pada tahun 1941 oleh komposer Yahudi-Ukraina, Sholom Secunda, bersama Aaron Zeitlin.
Awalnya berjudul Dana dalam bahasa Yiddish (bahasa Germanik komunitas Yahudi Eropa), kata Dana sendiri memiliki akar dari Adonai dalam bahasa Ibrani, yang berarti panggilan memohon pertolongan kepada Tuhan saat manusia tak berdaya.
Makna Mendalam: Penderitaan Holocaust dan Simbol Perlawanan
Awalnya, banyak pendengar mengira Donna Donna bercerita tentang kisah cinta atau nama seorang perempuan.
Padahal, lagu ini menyimpan pesan kemanusiaan yang kuat dan menyakitkan:
- Latar Belakang: Liriknya menggambarkan penderitaan bangsa Yahudi di masa Holocaust, saat mereka digiring ke kamp konsentrasi dan kehilangan kebebasan.
- Simbol Anak Sapi: Anak sapi yang diikat dan digiring ke rumah jagal melambangkan ketidakberdayaan manusia di hadapan kekuasaan yang menindas.
- Simbol Burung: Burung yang terbang bebas menjadi lambang harapan dan keberanian untuk melawan ketidakadilan.
Transformasi Global dan Jejak di Indonesia
Pada era 1950-an, lagu ini diterjemahkan ke bahasa Inggris menjadi Donna Donna dan meraih popularitas internasional ketika dibawakan oleh penyanyi folk Amerika, Joan Baez, pada tahun 1960.
Di Indonesia, lagu ini mendapat tempat khusus di hati publik berkat film GIE (2005), di mana lagu tersebut dinyanyikan oleh Siti Nursanti (Ira) sebagai soundtrack.
Meskipun berlatar masa pergolakan politik 1960-an, lagu ini bertransformasi dari tragedi Holocaust di Eropa menjadi simbol keresahan intelektual muda yang menuntut kebebasan dan kemanusiaan.
Donna Donna adalah seruan universal tentang kemanusiaan. Musik ini menyimpan luka yang tak pernah benar-benar sembuh, mengingatkan bahwa penderitaan manusia tidak mengenal batas agama, bangsa, atau era. (mg2/dam)
Editor : Damianus Bram