Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Lintrik: Ilmu Pemikat — Film Horor Psikologis yang Menghidupkan Budaya Osing Banyuwangi di Layar Lebar

Damianus Bram • Selasa, 21 Oktober 2025 | 00:36 WIB
Film
Film

SOLOBALAPAN.COM – Industri film Indonesia kembali menghadirkan karya unik, yaitu Lintrik: Ilmu Pemikat.

Film ini memadukan horor psikologis, drama emosional, dan kekayaan budaya lokal Banyuwangi.

Film yang sudah tayang di bioskop sejak 11 September 2025 ini berhasil menunjukkan bahwa horor Indonesia mampu menyajikan cerita yang kaya makna, melampaui sekadar jumpscare.

Asal Mula dan Keaslian Budaya Osing

Baca Juga: Mengulik Sejarah Nosferatu: Dari Salah Ucap Penulis Rumania Kuno hingga Ikon Vampir di Film Klasik

Lintrik berawal dari film pendek komunitas lokal Banyuwangi, Lintrik – Janakim Series (2022), yang sempat viral di YouTube.

Cerita yang autentik ini menarik perhatian produser Asye Siregar (Prama Gatra Film) untuk diangkat ke layar lebar.

Tim kreatif asli Banyuwangi dilibatkan langsung sebagai penulis naskah dan konsultan budaya.

Hal ini penting untuk memastikan keaslian bahasa Osing, adat-istiadat lokal, dan nuansa mistis tetap terjaga, menjadikannya representasi budaya yang hidup di layar lebar.

Mengenal Lintrik: Ritual Pemikat Jawa Kuno

Menurut sutradara Irham Acho Bahtiar, Lintrik adalah ilmu pengasihan Jawa kuno yang berbeda dari pelet biasa.

Ritual ini hanya bisa dilakukan oleh seorang dukun perempuan melalui serangkaian proses khusus.

Kekuatan lintrik diyakini bisa memikat siapa saja, termasuk orang asing dan yang jauh, meskipun efeknya bersifat sementara.

Fokus pada lintrik membuat film ini mengeksplorasi sisi mistis dan psikologis manusia, termasuk konflik batin karakter utama, serta dampak moral dari obsesi cinta terlarang.

Plot dan Ketegangan Emosional Sari

Cerita film ini berpusat pada Sari (Karina Icha), seorang perempuan yang nekat menggunakan lintrik demi merebut kembali cinta lamanya, Rendy (Akbar Nasdar), yang kini telah menikah dengan sahabatnya sendiri.

Keputusannya memicu serangkaian peristiwa mistis yang membahayakan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Lintrik menekankan ketegangan psikologis dan misteri bertahap. Setiap adegan membangun klimaks, membuat penonton menebak-nebak dan terlibat secara emosional.

Film ini juga dibintangi oleh aktor senior Donny Damara, Yati Surachman, dan Meisya Amira.

Keaslian budaya diperkuat dengan keterlibatan seniman lokal seperti maestro tari Gandrung Mak Temu Misti yang tampil menggunakan bahasa Osing asli.

Film berdurasi 102 menit dengan rating D17 ini menyajikan tontonan yang sarat pesan moral tentang konsekuensi bermain dengan ilmu gaib. (mg2/dam)

 

Editor : Damianus Bram
#ilmu pemikat #horor psikologis #film horor #lintrik #osing #banyuwangi