Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengenang Aminah Cendrakasih: Perjalanan Sang Legenda dari Bintang Layar Lebar 50-an hingga Ikon Abadi Mak Nyak

Damianus Bram • Minggu, 12 Oktober 2025 | 00:29 WIB
Aminah Cendrakasih.
Aminah Cendrakasih.

SOLOBALAPAN.COM – Nama Aminah Cendrakasih (Siti Aminah Tjendrakasih) akan selalu hidup dalam ingatan publik.

Bagi jutaan penonton Indonesia, sosoknya identik dengan Mak Nyak, ibu Si Doel yang penuh kasih sayang, sabar, dan mengajarkan arti keluarga.

Namun, warisan seninya jauh melampaui peran ikonik tersebut—Aminah adalah legenda perfilman Indonesia yang telah berkarya lebih dari enam dekade.

Awal Karier dan Darah Seniman Murni

Aminah Cendrakasih lahir di Magelang, 29 Januari 1938, dari keluarga seniman. Ayahnya adalah pelawak dan ibunya (Wolly Sutinah atau Mak Wok) adalah aktris terkenal.

Debut filmnya dimulai pada tahun 1955 lewat Oh, Ibuku dan Gambang Semarang, saat usianya baru menginjak 17 tahun.

Di tahun yang sama, ia langsung mendapat peran utama dalam Ibu dan Putri.

Nama Aminah semakin bersinar di era keemasan perfilman nasional melalui film-film populer seperti Serampang 12 (1956) dan film klasik Tiga Dara (1957).

Untuk mengasah teknik akting, ia juga sempat memperdalam ilmu di Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI).

Ikon Abadi Mak Nyak di Si Doel Anak Sekolahan

Generasi 1990-an hingga 2000-an tentu mengenal Aminah Cendrakasih lewat perannya yang paling melekat, yakni Mak Nyak dalam sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan (1994–2005).

Karakter Mak Nyak menjadi simbol Ibu Indonesia: sederhana, penyayang, tangguh, dan penuh keikhlasan.

Kecintaan publik terhadap karakter ini begitu besar hingga Aminah tetap tampil dalam trilogi Si Doel The Movie (2018–2020), meskipun kondisi fisiknya sudah terbatas.

Kehadirannya tetap menjadi jiwa cerita di tengah para aktor besar seperti Rano Karno dan Cornelia Agatha.

Dedikasi Lintas Batas: Berjuang Melawan Kelumpuhan

Di masa senjanya, Aminah Cendrakasih menghadapi tantangan berat: menderita glaukoma yang membuatnya kehilangan penglihatan dan mengalami kelumpuhan.

Meski demikian, semangatnya untuk terus berkarya tidak pernah padam. Ia tetap tampil di layar, menunjukkan dedikasi yang tak tertandingi.

Atas perjalanan panjang di dunia seni—membintangi lebih dari 100 film dan sinetron—Aminah dianugerahi berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Lifetime Achievement Award dari Festival Film Indonesia (FFI) pada tahun 2012.

Aminah Cendrakasih wafat pada 21 Desember 2022 di usia 84 tahun. Warisannya adalah keteladanan dalam mencintai seni, membuktikan bahwa ketulusan dan keabadian karakter akan selalu hidup dalam ingatan publik. (mg2/dam)

Editor : Damianus Bram
#legenda perfilman #Si Doel Anak Sekolahan #Aminah Cendrakasih #Mak Nyak