Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Menyelami Luka, Cinta, dan Perlawanan: Ulasan Novel Laut Bercerita Karya Leila S. Chudori yang Merekam Sejarah Kelam 1998

Damianus Bram • Rabu, 8 Oktober 2025 | 00:53 WIB
Novel Laut Bercerita, Karya Leila S. Chudori.
Novel Laut Bercerita, Karya Leila S. Chudori.

SOLOBALAPAN.COM – Novel "Laut Bercerita" karya Leila S. Chudori bukan sekadar cerita fiksi.

Karya ini hadir sebagai cermin sejarah dan suara nurani, merekam kepedihan, kehilangan, dan perlawanan yang dialami generasi muda Indonesia di era akhir Orde Baru.

Leila memadukan kepekaan emosional dengan riset mendalam, menghasilkan narasi yang tidak hanya menyentuh hati, tetapi juga menggugah kesadaran akan pentingnya mengingat sejarah.

Dirilis pada tahun 2017 oleh KPG, novel bergenre fiksi sejarah dan drama sosial ini memiliki durasi emosional sepanjang 394 halaman, menjadikannya salah satu karya paling berpengaruh dalam satu dekade terakhir.

Sinopsis: Misteri Hilangnya Biru Laut

Laut Bercerita menceritakan perjalanan Biru Laut, seorang mahasiswa aktivis yang gigih memperjuangkan keadilan di tengah ketatnya pengawasan rezim.

Bersama kawan-kawannya, Biru Laut menghadapi risiko penangkapan paksa, menghilang, atau kehilangan kesempatan untuk kembali ke kehidupan normal.

Cerita ini dikisahkan dari dua perspektif yang menyayat hati:

  1. Laut sendiri, yang lenyap di tengah perjuangan.
  2. Asmara Jati, adik Laut, yang bertahun-tahun kemudian berupaya menyingkap misteri dan trauma di balik hilangnya sang kakak.

Melalui simbol laut, Leila menggambarkan kedalaman luka yang tersimpan dan kesunyian yang mengiringi setiap kisah yang hilang.

Novel ini secara langsung mengangkat isu pelanggaran HAM berat dan penculikan aktivis 1997–1998.

Leila S. Chudori: Jurnalis dan Sastrawan Lintas Generasi

Leila S. Chudori (lahir 1962) adalah figur yang memiliki latar belakang kuat di dunia jurnalisme dan sastra.

Putri dari pendiri The Jakarta Post, meniti karier sebagai jurnalis di majalah Tempo selama hampir tiga dekade.

Pengalaman jurnalistiknya membekalinya keahlian dalam menulis yang detail dan peka terhadap isu sosial-politik.

Novel-novel Leila selalu mengangkat tema sejarah. Karya sebelumnya, Pulang (2012), membahas pengalaman eksil pasca-peristiwa 1965 dan meraih Khatulistiwa Literary Award.

Laut Bercerita sendiri semakin mengukuhkan reputasinya, memenangkan Southeast Asian Writers Award dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (The Sea Speaks His Name).

Gaya Penulisan dan Dampak Budaya

Leila menulis dengan bahasa yang lembut namun tajam. Narasi berpindah mulus antara masa lalu dan masa kini, menghadirkan peristiwa politik dengan sentuhan sastra yang emosional.

Keberhasilan Leila dalam menggabungkan narasi sejarah dengan pengalaman personal secara empatik dipuji kritikus.

Novel ini menjadi bestseller dan sering dibahas di kampus dan komunitas HAM. Pada 2022, kisahnya diadaptasi menjadi film pendek berdurasi 30 menit.

Laut Bercerita tidak hanya menghibur, tetapi menjadi pengingat kolektif bangsa bahwa mencintai tanah air berarti berani mengingat, menolak lupa, dan memperjuangkan kebenaran. (mg2/dam)

Editor : Damianus Bram
#cerita fiksi #LEILA S. CHUDORI #sejarah #Novel Laut Bercerita #pelanggaran ham #orde baru