Benarkah Kabar Fahmi Bo Meninggal Dunia? Diisukan Wafat, Mantan Aktor Justru Tersenyum: 'Ini Sudah Sering'
Didi Agung Eko Purnomo• Rabu, 1 Oktober 2025 | 01:35 WIB
Fahmi Boo.
SOLOBALAPAN.COM – Di tengah perjuangannya melawan sakit komplikasi yang parah, aktor senior Fahmi Bo kembali harus menghadapi cobaan lain.
Baru-baru ini, beredar kabar bohong atau hoaks di media sosial yang menyebutkan bahwa dirinya telah meninggal dunia.
Menanggapi kabar tersebut, pemeran ikonik Gusur dalam sinetron Lupus ini memberikan klarifikasi langsung dari tempat tidurnya.
Dengan senyum tipis, ia membantah kabar tersebut dan justru memberikan respons yang lapang dada.
'Sudah Sering Diberitakan Meninggal'
Fahmi Bo mengaku tidak lagi terkejut dengan hoaks yang menimpanya. Ia seolah sudah terbiasa dengan berita bohong semacam ini.
“Aku enggak kaget diberitakan meninggal, karena ini sudah sering,” ujar Fahmi Bo saat ditemui pada Senin (29/9/2025).
Alih-alih marah, ia justru memberikan pesan pasrah kepada para penyebar hoaks.
"Semoga yang posting puaslah. Semoga dia makin puas, udah puas gitu bikin postingan aku kayak gini," tambahnya.
Kondisi Terkini: Lumpuh Total dan Bergantung Oksigen
Klarifikasi ini disampaikan di tengah kondisinya yang semakin memprihatinkan.
Fahmi Bo kini mengalami lumpuh total dan hanya bisa beraktivitas di atas kasur selama empat bulan terakhir.
Ia menderita komplikasi penyakit parah, antara lain:
Diabetes kering (kadar gula pernah mencapai 480).
Pengapuran dan pengeroposan tulang pada kaki.
Masalah jantung yang menyebabkan sesak napas.
Bahkan untuk kebutuhan paling dasar seperti buang air, ia kini harus menggunakan popok dewasa.
Dukungan dari Sahabat dan Keluarga
Di masa sulitnya, Fahmi Bo tidak sendirian.
Ia mendapat dukungan dari rekan-rekan sesama artis, salah satunya Melaney Ricardo yang belum lama ini menjenguk dan melunasi biaya sewa kontrakannya selama satu tahun.
Selain itu, mantan istri dan anak-anaknya juga dilaporkan setia mendampingi dan merawatnya.
Pelajaran tentang Empati
Hoaks kematian yang menimpa Fahmi Bo menjadi tamparan keras bagi etika bermedia sosial. Di saat seseorang sedang berjuang antara hidup dan mati, masih ada oknum yang tega memanfaatkan situasinya demi konten.
Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berempati dan selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya. (did)