SOLOBALAPAN.COM - Di tengah perjuangannya melawan sakit keras yang membuatnya tak berdaya, aktor senior Fahmi Bo tak kuasa menahan tangis saat menceritakan sebuah kisah pilu namun penuh kehangatan.
Ia mengungkap bahwa mantan istrinya, Nita, ternyata masih setia datang untuk merawatnya.
Dengan suara bergetar, Fahmi menceritakan bahwa sang mantan istri kerap membantunya melakukan hal-hal paling pribadi, mulai dari membersihkan diri hingga mengganti popoknya.
'Mantan Istri... Sedih'
Dalam sebuah wawancara di kamar kosnya di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin (22/9/2025), Fahmi Bo menangis saat mengenang kebaikan hati perempuan yang telah berpisah darinya.
“Mantan istri juga kadang kalau dia libur, dia datang ke sini. Bantuin aku cebokin, bantuin aku ganti pampers. Makanya, kadang-kadang, mantan istri… sedih,” kata Fahmi sambil terisak, dikutip dari Kompas.com.
Perhatian tak terduga ini menjadi sumber kekuatan baginya di tengah kondisi yang sangat sulit.
Kondisi Terkini: Tak Bisa Berjalan dan Bergantung Oksigen
Saat ini, Fahmi Bo hanya bisa terbaring di tempat tidur dan masih harus menggunakan alat bantu pernapasan.
Ia menderita komplikasi penyakit, mulai dari diabetes, pengeroposan tulang, asam urat, hingga masalah jantung yang baru-baru ini membuatnya dirawat di rumah sakit selama 18 hari.
Meskipun kondisi jantungnya sudah membaik, kakinya masih belum bisa digerakkan. "Sekarang enggak bisa berdiri," ujarnya lirih.
Hubungan dengan Anak-anak Membaik
Di tengah penderitaannya, ada secercah kebahagiaan lain. Fahmi mengungkap bahwa hubungannya dengan anak-anaknya kini telah membaik, tidak seperti dulu saat ia harus menanggung sakit sendirian.
“Hubungan dengan anak-anak udah baik, enggak kayak dulu... sekarang alhamdulillah, saling maaf-maafan,” tuturnya.
Ironi Kehidupan Sang Bintang
Kondisi Fahmi saat ini sangat kontras dengan masa jayanya di era 90-an dan 2000-an, saat ia diidolakan lewat perannya sebagai Gusur di sinetron Lupus Milenia dan Deddy di Tukang Ojek Pengkolan.
Kisah hidupnya menjadi pengingat pahit tentang roda kehidupan yang terus berputar.
Kisah kesetiaan sang mantan istri di tengah sakit keras yang ia derita menjadi bukti bahwa ikatan keluarga terkadang melampaui status pernikahan, menunjukkan sebuah potret kemanusiaan yang tulus dan menyentuh. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo