SOLOBALAPAN, JAKARTA - Publik jagat maya tengah dihebohkan dengan hasil tes IQ musisi sekaligus kreator konten Reza Arap yang menunjukkan angka 85 saat sesi live streaming Marapthon.
Hasil tersebut memicu gelombang cemoohan dari netizen, mengingat personel Weird Genius ini sebelumnya sempat dikabarkan memiliki IQ di rentang 140 hingga 150.
Angka 85 sendiri dalam standar psikologi sering kali dikategorikan sebagai skor di bawah rata-rata atau low average.
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak profesional medis yang menangani Arap akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi dari sudut pandang klinis.
Mereka menekankan bahwa angka yang muncul dalam layar streaming tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur kecerdasan asli sang musisi karena kondisi mental yang sedang tidak stabil.
Teguran Psikolog Terkait Validitas Tes
Reza Arap mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditegur oleh psikolog pribadinya setelah nekat melakukan tes IQ di depan publik dalam kondisi kesehatan mental yang menurun.
Sang psikolog menjelaskan bahwa hasil tes kecerdasan yang dilakukan saat seseorang sedang mengalami depresi atau masalah emosional berat tidak akan pernah valid.
Baca Juga: Marapthon Season 3 Lagi Anget-angetnya, Reza Arap Malah Pilih Keluar! Benarkah Ini Alasannya?
Hal ini dikarenakan fungsi kognitif seseorang cenderung menurun drastis saat berada di bawah tekanan stres yang luar biasa, sehingga hasil yang keluar hanyalah refleksi dari kondisi emosional saat itu, bukan potensi intelektual yang sebenarnya.
"Sebenarnya tes IQ dalam kondisi kurang fit dan emosional yang belum stabil bisa jadi hasilnya tidak valid," ujar sang psikolog melalui pesan yang dibagikan Arap.
Sang ahli bahkan menyarankan agar Arap menarik diri sejenak dari sorotan publik untuk menghindari pelabelan negatif yang justru bisa memperburuk kondisi depresinya.
Kekhawatiran ini muncul karena banyaknya penghakiman dari masyarakat yang tidak memahami latar belakang kondisi medis yang sedang dihadapi oleh mantan suami Wendy Walters tersebut.
Pembelaan Psikiater dan Respon Bijak Arap
Senada dengan psikolog, Andreas selaku psikiater yang mendampingi Arap juga menyatakan bahwa tes tersebut jelas tidak valid dilakukan di tengah masa pengobatan.
Namun, ia memilih untuk bersikap suportif dan meminta Arap untuk tidak terlalu memusingkan komentar miring para netizen.
"Let them judge. Itu hanya membuat mereka merasa lebih baik, kita tahu itu," pungkas Andreas.
Dukungan dari tim medis ini menjadi sangat krusial mengingat Arap sebelumnya telah didiagnosis menderita Major Depressive Disorder atau depresi berat yang membuatnya harus pamit dari aktivitas streaming.
Meskipun menjadi sasaran olok-olok dan dituduh berbohong soal kecerdasannya, Reza Arap justru menunjukkan kedewasaan dengan merespons situasi tersebut secara tenang.
Ia mengaku tetap merasa aman dan bahkan menyematkan tagar #85 dalam unggahannya sebagai bentuk penerimaan terhadap situasi yang terjadi.
Arap tampaknya lebih memilih fokus pada proses pemulihan jiwanya daripada harus berdebat mengenai angka kecerdasan yang kini menjadi perdebatan publik.
Dampak Depresi Terhadap Fungsi Kognitif
Diberitakan sebelumnya oleh rekan-rekan dari AAA Clan, kondisi stres berat yang dialami Arap memang mengharuskannya untuk menjauh dari lingkungan pekerjaan sementara waktu.
Kepergian Arap dari Marapthon Season 3 dilakukan demi menjalani perawatan intensif agar kondisi mentalnya kembali pulih.
Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat luas bahwa kesehatan mental memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap performa otak dan kecerdasan fungsional seseorang.
Dukungan dari para sahabat di AAA Clan terus mengalir untuk kesembuhan Arap.
Mereka mengakui bahwa menutupi kondisi kesehatan sang musisi bukan lagi pilihan yang tepat, sehingga klarifikasi medis ini diharapkan dapat meredam hujatan netizen yang selama ini meragukan kapasitas intelektual Reza Arap.
Saat ini, prioritas utama bagi Arap adalah menjalani masa istirahat yang cukup tanpa tekanan dari dunia hiburan maupun media sosial. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo