Pameran Hari Jadi Jateng Catat Transaksi Rp1,165 Miliar dan Dorong UMKM Tembus Ekspor

tim solobalapan • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 14:36 WIB
Pameran UMKM Hari Jadi ke-81 Jateng tembus 15.159 pengunjung & transaksi Rp1,165 M. Disertai kerja sama BPJPH dan 221 stan berkonsep zonasi, Wagub sebut ajang ini berhasil dorong produk lokal naik kelas.
Pameran UMKM Hari Jadi ke-81 Jateng tembus 15.159 pengunjung & transaksi Rp1,165 M. Disertai kerja sama BPJPH dan 221 stan berkonsep zonasi, Wagub sebut ajang ini berhasil dorong produk lokal naik kelas.

SOLOBALAPANCOM — Gelaran Pameran UMKM dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah resmi ditutup dengan capaian impresif. Selama tiga hari penyelenggaraan dari 20 hingga 22 Agustus 2026 di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jateng, acara ini berhasil menarik 15.159 pengunjung serta membukukan total transaksi finansial sebesar Rp1,165 miliar.

Kendati mencatatkan angka yang memuaskan, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan bahwa keberhasilan acara ini tidak sekadar diukur dari banyaknya jumlah pengunjung atau nominal belanja perhariannya. Fokus utama acara ini terletak pada dorongan nyata agar produk lokal mampu naik kelas dan memperluas jangkauan pasarnya.

"Ada salah satu pelaku UMKM jamu yang menyampaikan kepada kami, akan melakukan MoU dengan Malaysia," ujar Taj Yasin saat memberikan sambutan penutupan pameran di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Baca Juga: Wow, Transaksi UMKM BISA Ekspor Tembus Rp4,49 Triliun, Mayoritas Pemain Baru

Taj Yasin menilai, hadirnya kesepakatan bisnis skala internasional tersebut menjadi bukti konkret bahwa pameran daerah dapat berfungsi efektif sebagai batu loncatan pengembangan bisnis. Pelaku usaha yang sebelumnya hanya mengandalkan pasar di tingkat kabupaten atau kota kini memiliki ruang untuk berkembang ke level nasional bahkan merambah mancanegara.

Guna memperkuat ekosistem usaha tersebut, Pemprov Jawa Tengah juga meresmikan kerja sama strategis dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses sertifikasi halal bagi para pelaku usaha, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus mendongkrak omzet penjualan produk lokal secara berkelanjutan.

Baca Juga: Inisiasi KUR Nol Persen, Menkop UMKM Tantang Daerah Lain Tiru Langkah Berani Pemkab Sragen

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Desy Arijani, menjelaskan bahwa ajang tahun ini dirancang modern dengan konsep zonasi yang terbagi ke dalam 221 stan partisipan. Rinciannya mencakup 35 stan zona Dekranasda Expo, 50 stan zona komersial dan jamu, 110 stan zona program, 20 stan zona tematik UMKM binaan Bank Jateng, serta enam unit mobil pelayanan langsung dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, panitia turut mengumumkan para pemenang lomba stand dan produk terbaik sebagai bentuk apresiasi atas inovasi, kreativitas, dan keberanian para peserta selama pameran. Sektor UMKM terbukti terus menjadi penopang utama ketahanan ekonomi daerah sekaligus sarana efektif dalam pengentasan kemiskinan masyarakat Jawa Tengah. (angelyna fransiska meia)

Editor : Kabun Triyatno
angelyna fransiska meia taj yasin pameran jawa tengah umkm