Wow, Transaksi UMKM BISA Ekspor Tembus Rp4,49 Triliun, Mayoritas Pemain Baru

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:50 WIB
Transaksi UMKM BISA Ekspor tembus Rp4,49 triliun di semester I-2026, lampaui capaian sepanjang 2025. Mendag Budi Santoso sebut 60-70% peserta merupakan eksportir pemula yang difasilitasi penuh secara online.
Transaksi UMKM BISA Ekspor tembus Rp4,49 triliun di semester I-2026, lampaui capaian sepanjang 2025. Mendag Budi Santoso sebut 60-70% peserta merupakan eksportir pemula yang difasilitasi penuh secara online. (AI Generated)

SOLOBALAPANCOM — Program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor) Program Kementerian Perdagangan mencatatkan lonjakan kinerja yang sangat signifikan. Pada semester I-2026, nilai transaksi dari program fasilitasi pasar luar negeri ini berhasil menyentuh angka 251 juta dolar AS atau setara Rp4,49 triliun.

Capaian selama periode Januari hingga Juni 2026 tersebut tercatat telah melampaui total realisasi sepanjang tahun 2025 yang berada di angka 134,87 juta dolar AS (sekitar Rp2,41 triliun). Menariknya, mayoritas pelaku usaha yang mendapatkan manfaat dari program ini merupakan para pelaku baru di pasar internasional.

"Tahun ini Januari-Juni itu malah (transaksi) sudah 251 juta dolar AS. Itu UMKM yang 60-70 persen belum pernah ekspor. Kita fasilitasi dan tidak pernah ketemu, ya cuma online saja," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam Peluncuran Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Sidak di Cikarang, Menkeu Purbaya Temukan Pakaian Bekas dan Last Season Ilegal, Tegaskan Ancaman untuk UMKM Nasional

Melalui program UMKM BISA Ekspor, para pelaku usaha mikro dan kecil diberi kesempatan untuk mempresentasikan produk unggulannya kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, seperti Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Saat ini, fasilitasi tersebut disokong oleh jaringan 46 perwakilan perdagangan yang tersebar di 33 negara penugasan.

Para perwakilan ini bertugas mengidentifikasi potensi pasar serta mengaitkan pelaku UMKM dengan calon pembeli (buyer) yang relevan. Setelah tercipta suatu kecocokan, Kemendag kembali memfasilitasi sesi presentasi lanjutan antara UMKM dan calon importir secara daring.

Baca Juga: Pemkot Solo Fasilitasi UMKM Ekspor ke China Lewat Kerja Sama dengan Xi’an

Selain jalur diplomasi perdagangan, Budi menekankan pentingnya pemanfaatan platform e-commerce sebagai pintu masuk transaksi ritel. Penjualan dalam skala kecil kepada konsumen akhir di luar negeri dinilai dapat bereskalasi menjadi kerja sama bisnis-ke-bisnis (business-to-business/B2B) jika produk lokal tersebut menarik perhatian importir besar.

Dengan tren positif yang terbangun di paruh pertama tahun ini, Kemendag makin optimistis target transaksi sebesar 300 juta dolar AS (sekitar Rp5,36 triliun) hingga akhir tahun 2026 dapat terlampaui dengan mudah. (angelyna fransiska meia)

Editor : Kabun Triyatno
angelyna fransiska meia ekspor budi santoso ekonomi umkm