Mengapa Childfree Semakin Banyak Dibicarakan di Tengah Biaya Hidup yang Terus Berubah?

Rahma Azra Calista • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 19:16 WIB
Ilustrasi pasangan merencanakan keuangan rumah tangga. (AI Generated)
Ilustrasi pasangan merencanakan keuangan rumah tangga. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Dulu, memiliki anak sering dianggap sebagai tahapan yang akan datang setelah menikah. Kini, cara pandang itu mulai berubah.

Banyak pasangan memilih memikirkan keputusan tersebut lebih matang karena merasa menjadi orang tua bukan hanya soal keinginan, tetapi juga kesiapan menjalani tanggung jawab yang besar.

Salah satu alasannya adalah biaya hidup yang terus berubah. Pengeluaran untuk pendidikan, layanan kesehatan, hingga kebutuhan sehari-hari membuat sebagian orang mulai menghitung kembali kesiapan mereka sebelum membangun keluarga.

Baca Juga: Dari Riff Metal ke Suara Futuristik, Avenged Sevenfold Kembali Bongkar Pakem

Di tengah kondisi itu, istilah childfree semakin sering terdengar. Topik ini ramai diperbincangkan di media sosial, podcast, hingga berbagai forum diskusi.

Ada yang mendukung, ada pula yang tidak sependapat. Meski begitu, semakin banyak orang mulai membicarakannya secara terbuka.

Childfree sendiri merupakan pilihan seseorang atau pasangan untuk tidak memiliki anak. Pilihan ini berbeda dengan childless, yakni kondisi seseorang yang belum atau tidak memiliki anak karena keadaan tertentu, bukan atas keinginan sendiri.

Baca Juga: Mengenal Turntable Lokomotif, Alat Pemutar Kereta yang Masih Bertahan hingga Kini

Alasan di balik keputusan tersebut tentu beragam. Ada yang mempertimbangkan kondisi kesehatan, ingin lebih fokus pada karier, atau memiliki pandangan tersendiri mengenai kehidupan berkeluarga. Namun, faktor ekonomi menjadi salah satu alasan yang paling sering muncul dalam berbagai pembahasan.

Wajar jika pertimbangan itu semakin banyak dibicarakan. Membesarkan anak membutuhkan komitmen jangka panjang.

Orang tua tidak hanya memenuhi kebutuhan makan, pakaian, atau tempat tinggal, tetapi juga perlu menyiapkan biaya pendidikan, kesehatan, hingga berbagai kebutuhan lain yang akan terus bertambah seiring tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Dituding Pakai APBN Nonton Konser K-Pop, Ini Sosok dan Profil Risya Azzahra Natakusumah Anak Wagub Banten

Karena itu, tidak sedikit pasangan yang memilih menunda memiliki anak sampai merasa kondisi keuangan mereka lebih siap.

Perubahan cara masyarakat memandang keluarga juga tercermin dalam data Badan Pusat Statistik (BPS). Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, angka kelahiran total (Total Fertility Rate atau TFR) Indonesia tercatat sebesar 2,13 anak per perempuan.

Angka tersebut turun dibandingkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 yang mencapai 2,18 anak per perempuan. Nilai itu juga semakin mendekati replacement level sebesar 2,1 anak per perempuan.

Baca Juga: Kemeja Putih Sering Jadi Pilihan Saat Klarifikasi, Ternyata Warna Outfit Bisa Pengaruhi Persepsi

Meski begitu, penurunan angka kelahiran tidak serta-merta berarti semakin banyak masyarakat memilih childfree.

Keputusan untuk memiliki atau tidak memiliki anak dipengaruhi oleh banyak hal, mulai dari usia saat menikah, kondisi kesehatan, tingkat pendidikan, pekerjaan, hingga kondisi ekonomi.

Karena itu, childfree menjadi salah satu pilihan yang muncul di tengah berbagai pertimbangan tersebut, bukan satu-satunya penyebab turunnya angka kelahiran.

Baca Juga: Video Asli Yank Uwes Yank Ada Berapa Versi? Hebohkan TikTok dan X, Ini Fakta dan Bahaya Cari Link di Media Sosial

Ramainya pembahasan tentang childfree juga memperlihatkan bahwa masyarakat kini semakin terbuka membicarakan berbagai pilihan hidup.

Banyak pasangan tidak lagi memandang memiliki anak sebagai sesuatu yang otomatis terjadi setelah menikah, melainkan keputusan yang dipikirkan dengan berbagai pertimbangan.

Pada akhirnya, memiliki ataupun tidak memiliki anak merupakan pilihan setiap individu maupun pasangan. Di tengah biaya hidup yang terus berubah, pertanyaan yang kini semakin sering muncul bukan lagi hanya "kapan punya anak?", tetapi juga "apakah sudah siap menjadi orang tua?"

Editor : Adi Pras
Biaya Hidup keluarga childfree ekonomi gaya hidup